DBD di Inhu Capai 235 Kasus, Melonjak Saat Memasuki Kemarau

Nyamuk-Aedes-aegypti5.jpg
Ilustrasi nyamuk penyebab Demam Berdarah Dangue (DBD) (pixabay.com)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mencatat sebanyak 235 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang Januari-Agustus 2026. Kasus paling tinggi terjadi pada Agustus yang memasuki musim kemarau, dengan 69 kasus. 

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhu, Indrawansah mengatakan, kasus pada Agustus paling banyak terjadi di Pangkalan Kasai. 

"Kasus DBD sudah mencapai 235 orang. Namun, tidak ada pasien yang meninggal dunia karena DBD pada rentang waktu Januari hingga Agustus 2026," ujarnya, Jumat, 18 September 2026. 

Ia menjelaskan, Dinkes juga sudah melakukan peninjauan epidemiologi di lapangan untuk mengidentifikasi rantai penularan dan memantau tempat nyamuk penyebab DBD berkembang biak. 



"Pada lingkungan yang memenuhi syarat untuk fogging, Dinkes Inhu juga akan melakukan fogging dan melakukan pemberian bubuk abate untuk memutus mata rantai hidup nyamuk," jelasnya. 

Sementara itu, pihaknya meminta masyarakat untuk secara rutin menerapkan 3M plus untuk mencegah nyamuk berkembang biak di lingkungan rumah. 

Langkah pencegahan ini berfokus pada pengurasan penampungan air, penutupan wadah air, pendauran ulang barang bekas, serta penggunaan perlindungan diri dari gigitan nyamuk.

"Sebagai langkah pencegahan, bisa dilakukan dengan konsisten 3M plus, yaitu menguras, menutup, mendaur ulang dan menggunakan lotion anti nyamuk atau kelambu," pungkasnya.