RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pernyataan Menteri Lingkungan Hidup (LH), Jumhur Hidayat saat meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kampar, Riau, bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, menuai sorotan dari sejumlah warganet.
Dalam potongan video yang beredar di media sosial, Jumhur Hidayat dan Herry Heryawan membahas arah angin serta kemungkinan asal asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau.
Dalam percakapan tersebut, Jumhur awalnya menanyakan arah angin kepada Kapolda Riau.
"Angin tuh dari arah Jambi. Ke arah utara barat, barat laut ya?" ujar Jumhur.
"Iya, iya, betul," jawab Herry Heryawan.
Jumhur kemudian mengaitkan arah angin tersebut dengan keberadaan asap yang berada di wilayah Riau.
"Nah, artinya asap-asap itu juga berasal dari Jambi," kata Jumhur.
Pernyataan itu kemudian mendapat respons dari wartawan yang berada di lokasi.
"Berarti di Riau kiriman dari tetangga ya?" tanya wartawan.
"Iya, kiriman dari tetangga," jawab Jumhur.
Herry Heryawan kemudian menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut ke wilayah Jambi.
"Biasalah juga. Makanya kita mau cek dulu yang ke Jambi," ujar Herry.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial, khususnya setelah diunggah oleh akun Instagram @jambisharing.
Sejumlah warganet yang mengaku sebagai warga Jambi menyampaikan keberatan terhadap pernyataan tersebut.
Mereka menilai pernyataan pejabat negara seharusnya tidak terkesan saling menyalahkan daerah lain di tengah persoalan karhutla dan kabut asap yang membutuhkan penanganan bersama.
Salah satu pengguna Instagram, Iqram, menilai Jambi tidak semestinya dikaitkan begitu saja dengan persoalan asap.
"Padahal Jambi tidak salah apa-apa," ujar Iq***.
Komentar senada disampaikan Herry. Ia mempertanyakan sikap pejabat yang menurutnya justru terkesan saling menyalahkan di tengah persoalan lingkungan yang sedang terjadi.
"Selevel menteri malah saling menyalahkan," ujar He***.
Sementara itu, akun bernama Aligui bahkan mengaku tersinggung dengan pernyataan tersebut.
"Menteri Sontoloyo, memangnya daerah Riau tidak ada kebakaran? Saya sebagai warga Jambi merasa tersinggung," tegas Al***.
Kritik lainnya datang dari David. Ia menilai pemerintah seharusnya lebih fokus memberikan solusi serta membantu masyarakat yang terdampak kabut asap daripada memperdebatkan asal asap.
"Bukannya memberi solusi, tapi malah menyalahkan kondisi. Beri bantuan terhadap yang terdampak," timpal Da***.
Komentar bernada sindiran juga disampaikan Akmal. Ia menyinggung persoalan arah angin yang disebut menjadi salah satu dasar dugaan bahwa asap berasal dari Jambi.
"Mungkin Riau tak ada angin, sehingga angin dari Jambi yang disalahkan," kata Ak***.
Ade juga mempertanyakan pernyataan tersebut dengan membandingkan kondisi kebakaran yang terjadi di Riau.
"Lah kocak, jelas di Riau titik api kebakaran berkali lipat, malah menyalahkan Jambi," sahut A**.
Polemik ini memperlihatkan bahwa persoalan kabut asap akibat karhutla tidak hanya berkaitan dengan batas administratif antarprovinsi.
Pernyataan mengenai asal asap pun akhirnya mendapat respons dari masyarakat, terutama warga Jambi yang merasa daerahnya seolah-olah dijadikan pihak yang bertanggung jawab atas kabut asap di Riau.

