Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Pemko Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Kabut-Asap-Karhutla-Makin-Pekat-Pemko-Pekanbaru-Terapkan-Pembelajaran-Jarak-Jauh.jpg
Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memutuskan untuk meniadakan sementara aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh sekolah di Kota Pekanbaru. 

Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat akibat kabut asap.

Sebagai gantinya, kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau secara daring. 

Kebijakan ini diberlakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan para peserta didik di tengah memburuknya kondisi udara.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyampaikan keputusan tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengatakan, keputusan untuk menghentikan sementara PTM diambil setelah Pemko Pekanbaru menggelar rapat hingga tengah malam.

“Kepada seluruh orang tua/wali murid di Kota Pekanbaru, saya sampaikan bahwa besok, Pemko Pekanbaru memutuskan untuk meniadakan sementara aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah dan menggantinya dengan pembelajaran secara daring (PJJ),” ujar Agung dalam unggahannya, Minggu, 23 Agustus 2026.

Menurut Agung, rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat terkait, mulai dari Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, hingga pihak BMKG.

Pembahasan dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan kondisi udara di Kota Pekanbaru sekaligus menentukan langkah yang harus diambil pemerintah untuk mencegah dampak kabut asap terhadap masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.



“Keputusan ini kami ambil setelah rapat hingga pukul 00.00 WIB malam ini, yang dihadiri Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, serta BMKG,” jelasnya.

Agung menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan dan informasi dari BMKG, kualitas udara di Kota Pekanbaru berada pada kategori tidak sehat. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama Pemko untuk menghentikan sementara aktivitas belajar secara langsung di sekolah.

“Berdasarkan pemantauan dan informasi BMKG, kondisi udara Kota Pekanbaru berada pada kategori tidak sehat akibat kabut asap, sehingga keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi pertimbangan utama kami,” tambah Agung.

Pemko Pekanbaru meminta seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik memastikan proses pembelajaran daring tetap berlangsung dengan baik selama kebijakan tersebut diterapkan.

Meskipun peserta didik tidak datang ke sekolah, kegiatan belajar mengajar diharapkan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan dan materi pembelajaran yang telah disiapkan oleh masing-masing sekolah.

“Kepada seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik, saya minta memastikan pembelajaran daring tetap berjalan dengan baik serta terus berkoordinasi dengan orang tua/wali murid,” tegas Agung.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan perhatian terhadap kondisi kesehatan anak selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Pekanbaru.

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko masyarakat menghirup udara yang kualitasnya sedang berada pada kondisi tidak sehat.

“Mari bersama-sama kita menjaga kesehatan anak-anak kita. Kurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan,” pesannya.

Keputusan Pemko Pekanbaru ini sekaligus menjadi bentuk respons pemerintah daerah terhadap kondisi kabut asap yang kembali mengganggu aktivitas masyarakat. 

Selain berdampak terhadap kegiatan pendidikan, kualitas udara yang buruk juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat apabila paparan asap berlangsung dalam waktu lama.

Agung berharap kondisi udara di Pekanbaru segera membaik sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan secara normal. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan mengikuti perkembangan informasi terkait kualitas udara.

“Mari kita berdoa, semoga kondisi udara segera membaik dan anak-anak kita dapat kembali bersekolah seperti biasa,” tutup Agung Nugroho.