Asap Pekanbaru Memburuk, Pemko Hentikan Sementara Sekolah Tatap Muka

pemadaman-kebakaran-di-tenayan.jpg
Pemadaman kebakaran lahan di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru Jumat, 21 Agustus 2026. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Kondisi udara Kota Pekanbaru yang memburuk akibat kabut asap membuat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengambil langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan pelajar. Pemko memutuskan meniadakan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah dan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring.

Keputusan tersebut diambil setelah Pemko Pekanbaru menggelar rapat hingga tengah malam dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk Sekretaris Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan keselamatan anak-anak.

“Kepada seluruh orang tua/wali murid di Kota Pekanbaru, saya sampaikan bahwa besok, Pemko Pekanbaru memutuskan untuk meniadakan sementara aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah dan menggantinya dengan pembelajaran secara daring (PJJ),” ujar Agung.

Menurutnya, berdasarkan pemantauan dan informasi dari BMKG, kualitas udara di Kota Pekanbaru berada dalam kategori tidak sehat akibat kabut asap.



“Keputusan ini kami ambil setelah rapat hingga pukul 00.00 WIB malam ini, yang dihadiri Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, serta BMKG,” katanya.

Agung menegaskan, keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi pertimbangan utama Pemko dalam mengambil kebijakan tersebut. Aktivitas belajar tetap harus berlangsung, namun dilakukan dari rumah untuk sementara waktu hingga kondisi udara kembali membaik.

Ia juga meminta seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik memastikan pelaksanaan pembelajaran daring berjalan dengan baik. Koordinasi dengan orang tua atau wali murid juga harus terus dilakukan agar proses belajar siswa tetap terpantau.

“Kepada seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik, saya minta memastikan pembelajaran daring tetap berjalan dengan baik serta terus berkoordinasi dengan orang tua/wali murid,” tegas Agung.

Selain menghentikan sementara pembelajaran tatap muka, Pemko Pekanbaru mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan anak-anak, mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan.

“Mari bersama-sama kita menjaga kesehatan anak-anak kita. Kurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan,” ujarnya.

Agung berharap kondisi kualitas udara di Pekanbaru segera membaik sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal.

“Mari kita berdoa, semoga kondisi udara segera membaik dan anak-anak kita dapat kembali bersekolah seperti biasa,” pungkasnya.