RIAU ONLINE, PEKANBARU – Melonjaknya harga sejumlah bahan pokok di Kota Pekanbaru kembali menuai sorotan tajam dari DPRD Kota Pekanbaru. Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Fathullah melontarkan kritik keras kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) karena dinilai gagal mengendalikan harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik dan membebani masyarakat.
Fathullah menegaskan, Komisi II DPRD sudah berkali-kali mengingatkan Disperindag agar aktif melakukan pemantauan harga di pasar serta mengambil langkah cepat setiap kali terjadi kenaikan. Namun, menurutnya, hingga kini kondisi di lapangan belum menunjukkan perbaikan.
"Kami dari Komisi II sudah berulang-ulang menyampaikan ke Disperindag. Entah Disperindagnya bandel atau bagaimana. Kami sudah berkali-kali minta mereka rajin turun ke pasar, pantau harga-harga yang naik. Kasihan masyarakat," kata Fathullah, Senin 20 Juli 2026.
Ia mengaku heran dengan kembali melonjaknya harga sejumlah komoditas. Padahal, saat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat libur, harga beberapa kebutuhan pokok justru mengalami penurunan.
"Apalagi waktu MBG libur kemarin harga sempat turun. Sekarang kok malah melambung lagi. Ini harus dicari penyebabnya," ujarnya.
Politisi Partai Demokrat itu bahkan menilai Kepala Disperindag, Yulianis sebaiknya mengundurkan diri apabila merasa tidak mampu menjalankan tugas mengendalikan stabilitas harga di pasar.
"Kalau memang tidak sanggup jadi Kepala Disperindag (Yulianis) mundur saja. Sampaikan kepada pemerintah kota bahwa tidak sanggup menjalankan tugas. Jangan dipaksakan kalau memang tidak mampu," tegasnya.
Fathullah juga mempertanyakan alasan kenaikan harga yang terus terjadi. Menurutnya, lonjakan harga tidak bisa terus dikaitkan dengan faktor cuaca maupun gangguan pasokan. Ia menduga perlu ada pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas perdagangan untuk memastikan tidak terjadi praktik yang merugikan masyarakat.
"Alasannya bukan musim hujan, bukan juga musim kemarau. Kok barang bisa terus naik? Jangan-jangan ada permainan di pasar. Ini yang harus diawasi pemerintah," katanya.
Lebih lanjut, Fathullah meminta Wali Kota Pekanbaru lebih selektif dalam menempatkan pejabat, khususnya kepala organisasi perangkat daerah (OPD), agar setiap jabatan diisi oleh sosok yang memiliki kemampuan dan kinerja yang baik.
"Kita sampaikan kepada Pak Wali Kota, kepala dinas itu harus benar-benar disaring. Yang bekerja baik dipertahankan, yang tidak mampu ya dievaluasi atau diganti. Jangan hanya ditunjuk, tetapi hasil kerjanya tidak dirasakan masyarakat," ujarnya.
Selain mengkritik pengawasan harga di pasar, Fathullah juga meminta Disperindag mengawasi kebutuhan bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, pemerintah perlu memastikan aktivitas pengadaan bahan pangan untuk program tersebut tidak mengganggu pasokan di pasar maupun memicu kenaikan harga.
"Kami minta Disperindag benar-benar memantau pasar. Lihat apakah ada dapur MBG yang memborong bahan pangan secara berlebihan. Kalau memang ada, beri teguran supaya kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," katanya.
Ia menegaskan, pengawasan pasar harus dilakukan secara rutin agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.
"Kepala dinas harus menjalankan tugasnya sesuai amanah yang diberikan pemerintah kota. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban karena lemahnya pengawasan harga di pasar," tutup Fathullah.

