Ada Jalur Alternatif, Warga Tetap Bisa Beraktivitas Saat Riau Bhayangkara Run

Kompol-Satrio-Bagus-Wirawicaksana.jpg
Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol Satrio Bagus Wirawicaksana (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru memastikan pelaksanaan Riau Bhayangkara Run (RBR) tidak akan menghambat aktivitas masyarakat. 

Berbagai rekayasa lalu lintas hingga jalur alternatif telah disiapkan agar warga tetap dapat menjalankan kegiatan penting, mulai dari menghadiri pesta pernikahan, beribadah di gereja, hingga bekerja di rumah sakit.

Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol Satrio Bagus Wirawicaksana, mengatakan pihaknya telah menerima berbagai masukan dan pertanyaan dari masyarakat terkait akses jalan selama kegiatan berlangsung. Salah satunya berasal dari warga yang akan menghadiri acara pernikahan di Gedung Dharma Wanita pada Minggu.

Ia menjelaskan petugas telah menyiapkan jalur alternatif agar masyarakat tetap bisa menuju lokasi tanpa harus melewati ruas jalan yang digunakan sebagai lintasan lomba.

"Kami juga menerima DM dari salah satu warga Pekanbaru yang kebetulan pada hari Minggu ada kegiatan pernikahan di Gedung Dharma Wanita. Untuk itu bisa menggunakan jalan di bawah Gurindam Dua, kemudian melalui Jalan Tambusai menuju Jalan Sumatera lewat Jalan Pattimura di sisi sebelah kiri. Itu pun sudah kami siapkan dan akan kami bantu," ujar Kompol Satrio, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia menegaskan, kepolisian tidak ingin menghalangi aktivitas masyarakat. Justru sebaliknya, seluruh personel telah diinstruksikan memberikan pelayanan agar berbagai kegiatan warga tetap dapat berlangsung dengan lancar.

"Kami tidak mau mengganggu aktivitas masyarakat apa pun. Karena itu kami mohon dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Pekanbaru untuk bersama-sama menjadi contoh bagi masyarakat Indonesia yang akan datang ke Pekanbaru," lanjutnya.

Satrio menjelaskan, Riau Bhayangkara Run tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat. Ia berharap masyarakat semakin memahami manfaat yang diberikan kegiatan tersebut, tidak hanya bagi institusi kepolisian tetapi juga bagi perekonomian daerah.



"Perlu kami sampaikan, ini adalah gelaran yang keempat untuk Riau Bhayangkara Run. Kami harap masyarakat Pekanbaru semakin maklum, karena bukan hanya polisi saja yang mendapatkan manfaat. Kalau berkaca dari event-event lari sebelumnya, kegiatan seperti ini mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah," jelasnya.

Selain menyiapkan jalur bagi tamu undangan pernikahan, Satlantas juga telah berkoordinasi dengan sejumlah gereja yang berada di sekitar lintasan lomba. Hasil koordinasi tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak gereja.

"Alhamdulillah, kemarin dari rekan-rekan kami bersama jemaat gereja, baik GPIB yang berada di Jalan Sumatera maupun gereja di Jalan Hang Tuah, seluruhnya mendukung dan mensupport penuh, baik jemaat maupun bapak pendeta," ungkapnya.

Untuk mempermudah akses jemaat, kepolisian telah menentukan rute khusus menuju lokasi ibadah.

"Jemaat yang menuju gereja di Jalan Hang Tuah dapat melewati Jalan Sudirman dan nanti akan di kanal di sisi sebelah kiri. Sedangkan jemaat GPIB di Jalan Sumatera bisa melalui Jalan Mustika menuju Hang Tuah lalu masuk Gajah Mada, atau langsung melalui Jalan Sumatera menuju Gajah Mada," terang Satrio.

Tak hanya itu, akses menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) juga tetap dibuka bagi para pegawai maupun masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak.

"Pegawai RSUD yang akan masuk menuju rumah sakit dari Jalan Hang Tuah juga akan kami berikan akses," tambahnya.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat yang berada di kawasan dengan akses terbatas agar membawa kartu identitas atau kartu pengenal saat melintas di pos penjagaan. Hal itu bertujuan memudahkan petugas melakukan verifikasi sehingga masyarakat tetap dapat melintas sesuai kebutuhan.

"Kami menghimbau kepada beberapa lokasi yang tadi kami sampaikan agar tetap menggunakan ID card. Kemudian sampaikan dengan baik kepada petugas. Jangan menganggap bahwa penutupan jalan tersebut bersifat mutlak, karena kami tidak ingin menghalangi segala bentuk aktivitas masyarakat di pagi hari," katanya.

Meski begitu, Satrio kembali meminta pengertian masyarakat apabila selama pelaksanaan kegiatan harus menempuh jalur yang sedikit lebih jauh. Menurutnya, rekayasa lalu lintas dilakukan semata-mata demi kelancaran dan keselamatan seluruh peserta maupun pengguna jalan.

"Kami kembali memohon agar masyarakat, khususnya warga Kota Pekanbaru, dapat memaklumi apabila harus sedikit memutar perjalanan. Hal itu semata-mata untuk memperlancar kegiatan. Apabila kegiatan selesai lebih awal, maka jalan juga akan kami buka lebih awal," tutupnya.