RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, turun langsung meninjau progres pembangunan Dapur Sehat di lingkungan Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Selasa, 14 Juli 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, maupun standar yang telah ditetapkan.
Dalam kegiatan itu, Yuniarto didampingi jajaran Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik. Mereka memeriksa langsung perkembangan pembangunan di lapangan sekaligus memastikan setiap tahapan pekerjaan dilakukan secara maksimal agar fasilitas tersebut nantinya dapat berfungsi optimal dalam mendukung layanan makanan bagi warga binaan.
Menurut Yuniarto, keberadaan Dapur Sehat menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan, khususnya dalam pemenuhan hak warga binaan mendapatkan makanan yang sehat, higienis, dan bergizi.
"Kami ingin memastikan pembangunan Dapur Sehat berjalan sesuai target dan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Fasilitas ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam penyediaan makanan yang sehat, higienis, dan bergizi bagi warga binaan," ujar Yuniarto.
Ia menambahkan, pembangunan Dapur Sehat bukan sekadar menghadirkan sarana baru, tetapi juga menjadi bentuk nyata komitmen Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak warga binaan.
"Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, serta memastikan hak-hak warga binaan terpenuhi dengan baik melalui penyediaan fasilitas yang memadai," tambahnya.
Yuniarto berharap pembangunan Dapur Sehat dapat rampung sesuai jadwal sehingga segera dimanfaatkan untuk menunjang operasional layanan makanan di dalam lapas.
"Dengan peningkatan sarana dan prasarana tersebut, Lapas Kelas IIA Pekanbaru optimistis mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas dan sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," pungkasnya.

