RIAU ONLINE, PEKANBARU - Menjabat sebagai Komisaris PT SPR Langgak, Muhammad Sambu Harman menuai kritik dari sejumlah pihak karena usianya yang masih muda. Tak hanya itu, ia juga mendapat tudingan menduduki posisinya melalui jalur "orang dalam" karena merupakan putra dari mantan Bupati Rokan Hulu sekaligus mantan Ketua DPRD Riau, Suparman.
Tudingan dan kritikan yang diterimanya rupanya tidak membuatnya gentar untuk mengembangkan SPR Langgak, yang merupakan anak perusahaan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau PT SPR.
"Bagi saya, kritik itu adalah kekuatan, dan fungsinya menjadi koreksi dan pengawas. Saya tanggapi dengan senang hati dan akan membalas dengan hasil yang nyata," ujarnya, Minggu, 12 Juli 2026.
Ia menilai, usianya yang masih muda memang membutuhkan kritikan dan saran yang membangun. Karena dengan demikian, ia dapat menjadi pribadi dewasa yang lebih baik, terutama dalam menjalankan fungsinya sebagai seorang Komisaris muda.
Pria lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau tahun 2024 ini mengaku telah terbiasa menghadapi kritik sejak aktif berorganisasi. Semasa kuliah, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hingga mengikuti Latihan Kader III (LK III).
Selain itu, ia juga aktif di HIPMI Perguruan Tinggi (HIPMI PT), organisasi otonom di bawah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang menjadi wadah kaderisasi dan inkubasi bisnis bagi mahasiswa.
"Bahkan dari SMP, saya sudah belajar menjadi pemimpin. Dalam hal ini, kritikan dan saran sudah menjadi hal yang biasa bagi saya. Bukan pujian yang membuat seseorang berkembang," jelasnya.
Terkait dirinya menggunakan jalur "orang dalam", menurutnya menjadi anak pejabat memanglah memberikan privilege. Namun, ia menegaskan bahwa posisi Komisaris yang berhasil ia raih adalah hasil kerja kerasnya sendiri.
"Privilege setiap orang berbeda. Saya bersyukur memiliki ayah yang pernah memimpin. Tapi beliau tidak pernah menyuruh atau mendorong saya untuk menduduki jabatan ini. Ini murni keinginan saya sendiri, karena saya yakin mampu," jelasnya.
Selain itu, sesuai dengan amanat dari Plt Gubernur Provinsi Riau SF Hariyanto yang telah berpesan kepadanya agar menjadikan kritikan sebagai motivasi, Sambu menegaskan ia akan membuktikan hasil nyata sebagai anak muda yang mampu berkarya dan mengembangkan perusahaan daerah tersebut.
"Beliau (Plt Gubernur) bilang, jangan ambil pusing. Buktikan saja lewat kinerja. Jadi saya tidak akan menjawab kritikan dengan kata-kata tapi dengan hasil kerja yang nyata," pungkasnya.

