DPRD Pekanbaru Harap Sekda Definitif Segera Ditetapkan, Tata Kelola ASN Jadi Prioritas

Ketua-DPRD-Kota-Pekanbaru-Muhammad-Isa-Lahamid0.jpg
Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru diharapkan segera menghasilkan sosok terbaik yang mampu memperkuat birokrasi dan meningkatkan kinerja pemerintahan.

Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid, menegaskan jabatan Sekda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak organisasi perangkat daerah (OPD) dan penghubung kebijakan Wali Kota dengan seluruh aparatur sipil negara (ASN).

Karena itu, ia berharap pejabat yang nantinya ditetapkan sebagai Sekda definitif benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan dan kemampuan manajerial yang baik.

"Kita berharap Kota Pekanbaru segera mendapatkan Sekda definitif. Yang terpilih nanti harus mampu membantu Wali Kota sekaligus memimpin seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru agar roda pemerintahan berjalan dengan baik," ujar Isa Lahamid, Sabtu 4 Juli 2026.

Menurut Isa, DPRD menaruh harapan besar agar proses seleksi yang sedang berlangsung menghasilkan figur terbaik yang mampu menjawab berbagai tantangan birokrasi di lingkungan Pemko Pekanbaru.

"Kita percaya siapa pun yang dinyatakan lulus nantinya merupakan sosok yang dianggap mampu oleh pemerintah dan Wali Kota untuk memimpin pemerintahan serta ASN di Kota Pekanbaru," katanya.



Politisi PKS ini menyebutkan, pekerjaan rumah pertama yang harus segera dituntaskan Sekda baru adalah melakukan pembenahan tata kelola kepegawaian. Menurutnya, perubahan regulasi di bidang kepegawaian dalam beberapa tahun terakhir menuntut adanya penyesuaian yang cepat dan tepat agar organisasi pemerintahan tetap berjalan efektif.

Ia menyoroti masih adanya persoalan penataan tenaga non-ASN, pegawai paruh waktu, hingga sistem pengembangan karier aparatur yang perlu mendapat perhatian serius.

"Menurut saya, tata kelola kepegawaian masih menjadi PR besar. Banyak regulasi yang berubah terkait tenaga honorer, pegawai paruh waktu, maupun aturan kepegawaian lainnya. Ini harus segera ditata agar distribusi pegawai dan jenjang karier ASN bisa berjalan lebih baik," jelasnya.

Selain membenahi aspek internal birokrasi, Isa juga berharap Sekda definitif mampu memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan DPRD maupun seluruh organisasi perangkat daerah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Kemudian yang juga penting adalah membangun kemitraan dengan seluruh instansi, baik DPRD maupun OPD, sehingga koordinasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kota Pekanbaru semakin baik," ucapnya.

Sementara itu, proses pengisian jabatan Sekda Kota Pekanbaru saat ini masih berlangsung melalui mekanisme manajemen talenta. Sebanyak lima pejabat tinggi pratama telah mengikuti uji kompetensi teknis berupa presentasi dan wawancara pada 24 Juni yang dipimpin Syahrial Abdi.

Kelima kandidat tersebut adalah Zulhelmi Arifin selaku Inspektur Inspektorat, Abdul Jamal sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Firmansyah Eka Putra selaku Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Edward Riansyah sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Ingot Ahmad Hutasuhut yang menjabat Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Hasil seleksi tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menetapkan Sekda definitif yang diharapkan mampu memperkuat tata kelola birokrasi, meningkatkan koordinasi antarlembaga, serta mengakselerasi pelaksanaan program pembangunan di Kota Pekanbaru.