Polda Riau Janji Transparan dalam Mengusut Dugaan Pemukulan Mahasiswa

Polda-Riau-Janji-Transparan-dalam-Mengusut-Dugaan-Pemukulan-Mahasiswa.jpg
Cipayung Plus menggelar audiensi bersama jajaran Polda Riau terkait dugaan pemukulan mahasiswa saat aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor DPRD Provinsi Riau pada Senin, 22 Juni 2026 lalu. (Dok. Polresta Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus menggelar audiensi bersama jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau terkait dugaan pemukulan terhadap mahasiswa saat aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor DPRD Provinsi Riau pada Senin, 22 Juni 2026 lalu.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan aparat kepolisian untuk membahas perkembangan penanganan dugaan kekerasan yang hingga kini masih menjadi perhatian publik. Dalam audiensi itu, Cipayung Plus menegaskan pentingnya proses penyelidikan yang transparan, profesional, dan akuntabel.

Audiensi dihadiri oleh sejumlah pejabat kepolisian, di antaranya Direktur Intelkam Polda Riau, Kombes Wimboko, Kabid Laboratorium Forensik Polda Riau, Kasubdit III Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Roy Noor, Kanit I Paminal Bidpropam Polda Riau, Ps Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, serta Kasat Intelkam Polresta Pekanbaru.

Sementara dari unsur mahasiswa hadir Ketua Cabang GMNI, Ketua Cabang IMM, Ketua Cabang PMII, Ketua Cabang KAMMI, Ketua Cabang PMKRI, dan Ketua Cabang GMKI. 

Dalam forum tersebut, perwakilan Cipayung Plus menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak kepolisian. Mereka meminta agar proses penyelidikan terhadap dugaan pemukulan dilakukan secara terbuka dan setiap perkembangan penanganan perkara disampaikan kepada pelapor maupun publik.

Selain itu, Cipayung Plus juga menyatakan siap membantu proses penyelidikan dengan menyerahkan sejumlah rekaman video yang didokumentasikan saat kejadian berlangsung. Rekaman tersebut diharapkan dapat menjadi petunjuk tambahan untuk mengungkap kronologi dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.



Menanggapi aspirasi mahasiswa, pihak kepolisian menyatakan akan memberikan perhatian serius terhadap laporan yang telah disampaikan. Seluruh tahapan penanganan perkara dipastikan akan dilakukan secara profesional dengan melibatkan koordinasi lintas satuan kerja guna memperoleh bukti dan petunjuk yang maksimal.

Ps Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, menegaskan bahwa penyidik berkomitmen menjalankan proses penyelidikan secara objektif dan transparan.

"Kami mengatensi laporan yang telah disampaikan oleh rekan-rekan Cipayung Plus. Proses penanganan akan dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Setiap perkembangan penyelidikan akan kami koordinasikan dan sampaikan sesuai mekanisme yang ada," ujar AKP Anggi Rian Diansyah, Selasa, 30 Juni 2026.

Ia juga mengatakan pihak kepolisian akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai satuan kerja, termasuk memanfaatkan seluruh alat bukti yang tersedia agar proses penyelidikan berjalan maksimal.

"Kami juga membuka ruang bagi seluruh pihak yang memiliki informasi maupun barang bukti, termasuk rekaman video dari lokasi kejadian".

"Semua itu akan menjadi bahan pendalaman penyidik dalam mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya," tegasnya.

Sementara itu, Cipayung Plus berharap komitmen yang telah disampaikan aparat kepolisian tidak hanya berhenti pada pernyataan, tetapi diwujudkan melalui langkah-langkah konkret dalam mengusut tuntas dugaan pemukulan terhadap mahasiswa.

Mereka menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga terdapat kepastian atas penanganan kasus tersebut. 

Organisasi mahasiswa juga berharap penegakan hukum dilakukan secara adil tanpa adanya intervensi, sehingga mampu memberikan rasa keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.