Digitalisasi Bansos Nasional Ditargetkan Mulai Diterapkan pada Oktober Mendatang

Luhut-Pandjaitan.jpg
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Widya Islamiati/kumpara)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Pemerintah menargetkan program digitalisasi bantuan sosial (bansos) akan mulai diterapkan secara nasional pada Oktober 2026 mendatang.

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penerapan ini harus menunggu proyek percontohan di 43 kabupaten/kota selesai dan dievaluasi.

"Setelah kami evaluasi dengan cepat, kami akan laporkan kepada Bapak Presiden apakah siap di-'rollout' (diterapkan) pada Oktober atau November tahun ini," kata Luhut, dikutip dari ANTARA, Selasa, 30 Juni 2026.

Luhut menjelaskan, keberhasilan proyek percontohan di 43 kabupaten/kota akan menjadi dasar penentuan kesiapan penerapan sistem digitalisasi bansos secara nasional.



Karena itu, ia meminta seluruh kepala daerah yang terlibat dalam program percontohan segera menuntaskan implementasi digitalisasi bansos paling lambat akhir Agustus 2026.

"Sekali lagi, 43 kabupaten/kota ini saya berharap, paling lambat akhir Agustus semua sudah bisa selesai sehingga kita bisa membantu percepatan untuk 'rollout' secara nasional," ujarnya.

Luhut menjelaskan digitalisasi bansos merupakan bagian dari pengembangan teknologi pemerintahan (Government Technology/GovTech) yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial.

Ia juga meminta pemerintah daerah mendorong registrasi masyarakat melalui portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) dengan target sedikitnya 60 hingga 70 persen penduduk di masing-masing wilayah selama masa uji coba berlangsung. (ANTARA)