RIAU ONLINE, PEKANBARU – Panitia kurban diingatkan untuk memahami karakter hewan sebelum proses penyembelihan pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah tersebut dinilai penting guna menghindari risiko kecelakaan maupun gangguan saat pelaksanaan kurban, seperti hewan mengamuk hingga kabur ke jalanan.
Pembina Dakwah Sembelih Halal (DSH) Kota Pekanbaru, Rois menegaskan koordinasi antara penyedia hewan kurban dan panitia masjid menjadi faktor utama agar proses penyembelihan berjalan aman, tertib, dan sesuai syariat.
Menurutnya, setiap jenis sapi memiliki karakter berbeda sehingga membutuhkan cara penanganan yang berbeda pula.
“Penyedia hewan dan panitia kurban harus satu frekuensi. Mereka harus paham karakter sapi yang akan dibawa ke masjid. Kalau tipikal sapi umbaran yang biasa dilepas di padang sawit atau padang gembalaan, biasanya lebih agresif dan liar,” kata Rois, Selasa 26 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sapi yang terbiasa dilepas di area terbuka umumnya memiliki tingkat agresivitas lebih tinggi dibanding sapi yang dipelihara di kandang. Kondisi itu membuat hewan lebih sulit dikendalikan ketika berada di lingkungan baru atau ramai orang.
Sebaliknya, sapi yang sejak awal dipelihara di kandang cenderung lebih jinak dan mudah diarahkan saat proses penyembelihan berlangsung.
Rois yang juga pelaku usaha peternakan sekaligus praktisi penyembelihan halal menilai identifikasi karakter hewan menjadi langkah penting sebelum hewan kurban dibawa ke lokasi penyembelihan.
Menurutnya, masih banyak kasus hewan kurban lepas hingga mengamuk karena panitia tidak memahami kondisi hewan yang ditangani.
“Ini yang sering terjadi di lapangan, ada sapi yang lepas atau ngamuk saat penyembelihan karena panitia tidak memahami karakter hewannya. Makanya harus dipastikan dulu jenis sapinya, baru perlakuannya saat penyembelihan,” ujar Anggota DPRD Pekanbaru Fraksi PKS tersebut.
Ia juga mengimbau panitia kurban untuk mempersiapkan tenaga yang cukup, alat pengikat yang aman, serta lokasi penyembelihan yang memadai agar proses kurban berjalan lancar tanpa membahayakan masyarakat sekitar.
Selain faktor keamanan, Rois menekankan pentingnya menjaga perlakuan baik terhadap hewan kurban sesuai tuntunan syariat Islam agar proses penyembelihan berlangsung dengan benar dan tidak menimbulkan stres berlebihan pada hewan.

