Detik-Detik Perampokan Lansia di Rumbai: Korban Dihantam Balok, CCTV Dihancurkan

Perampokan-lansia-di-rumbai.jpg
Tangkapan layar rekaman CCTV perampokan lansia di Rumbai. (Tangkapan layar)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Warga Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, diguncang peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang perempuan lanjut usia, Rabu, 29 April 2026 pukul 10.30 WIB.

Korban, Dimaris Isni Sitio (60), ditemukan tewas dengan luka parah di bagian kepala usai diduga menjadi korban perampokan brutal di rumahnya.

Peristiwa mengerikan ini terekam dalam kronologi yang diduga berasal dari rekaman CCTV sebelum akhirnya dirusak pelaku. 

Kejadian bermula sekitar pukul 10.26 WIB, ketika sebuah mobil berwarna hitam terlihat parkir di luar rumah korban. Tak lama berselang, dua orang wanita turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah melalui pintu dekat garasi. 

Keduanya memiliki ciri fisik berbeda, satu berbadan gemuk dan satu lagi kurus, dengan rambut diikat rapi. Kehadiran mereka sempat tidak menimbulkan kecurigaan.

Beberapa saat kemudian, seorang pria keluar dari mobil. Ia mengenakan topi dan celana 3/4, tampak mengintip ke dalam rumah sebelum memanggil rekannya yang masih berada di dalam kendaraan. 

Pada pukul 10.27 WIB, seorang pria kurus lainnya masuk sambil membawa balok kayu yang telah dibungkus, diduga telah dipersiapkan sebagai alat untuk menghabisi nyawa korban.

Saat itu, korban yang mendengar adanya tamu, keluar dari kamar dan membukakan pintu. Dua wanita yang lebih dulu masuk langsung bersikap sopan, bahkan sempat melakukan sungkeman kepada korban. 

Dimaris pun terlihat duduk di kursi ruang tamu, sempat berbincang dengan kedua tamunya. Salah satu wanita bahkan tampak beberapa kali tersenyum, sementara yang lainnya terlihat gelisah menunggu momen.

Namun suasana berubah drastis pada pukul 10.30 WIB. Pria bertopi yang membawa balok kayu tiba-tiba melancarkan serangan brutal. 


Ia memukul kepala korban sebanyak tiga kali dan satu kali di bagian leher. Korban langsung tak sadarkan diri di kursi.

Tak berhenti di situ, pelaku kembali menghantam kepala korban dengan keras meski korban sudah dalam kondisi tidak berdaya. 

Sementara itu, dua wanita yang sebelumnya berpura-pura ramah justru berperan aktif menutup pintu utama, seolah mengamankan lokasi dari perhatian luar.

Para pelaku juga tampak menyadari keberadaan kamera pengawas di dalam rumah. 

Sebelum merusaknya, pria bertopi yang juga mengenakan masker kembali menghantam kepala korban, lalu menghancurkan CCTV di ruang tamu, kamar, dan dapur guna menghilangkan jejak.

Sekitar pukul 10.31 WIB, seorang pria lain datang menggunakan sepeda motor matic berwarna merah. Ia terlihat berkeliling di area rumah, diduga mengawasi situasi sekitar agar aksi komplotan tersebut berjalan lancar tanpa gangguan.

Selang beberapa menit, tepatnya pukul 10.34 WIB, seorang wanita kurus mengenakan celana merah dan jaket keluar lebih dulu dari rumah, disusul pria yang datang dengan sepeda motor. 

Sementara pelaku utama bersama dua orang lainnya baru meninggalkan lokasi pada pukul 11.14 WIB. Mereka terlihat membawa tas dari dalam rumah sebelum kabur menggunakan mobil yang telah terparkir di pinggir jalan.

Tak lama setelah kejadian, warga sekitar dihebohkan dengan penemuan jasad korban di dalam kamar mandi rumahnya sekitar pukul 11.00 WIB. 

Dimaris ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan kondisi wajah penuh luka dan memar akibat hantaman benda keras. 

Korban tinggal bersama suaminya, Salmon Meha (67). Berdasarkan keterangan suami korban yang disampaikan kepada pihak kepolisian, pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, ia sempat mengajak istrinya keluar rumah untuk mengurus pajak kendaraan. 

Namun, rencana tersebut tidak terlaksana hingga akhirnya peristiwa tragis itu terjadi.

Kanit Reskrim Polsek Rumbai, Iptu Dodi Vivino, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas para pelaku yang diduga telah merencanakan aksi keji ini secara matang.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih memburu para pelaku yang telah melarikan diri dan mengumpulkan barang bukti yang tersisa, termasuk potongan rekaman CCTV yang sempat terekam sebelum dirusak.

"Kami masih melakukan penyelidikan intensif, termasuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi. Untuk pelaku masih dalam lidik," ujar Kanit Reskrim Polsek Rumbai, Iptu Dodi Vivino.