Pemerintah Siapkan Stimulus Semester II-2026 Antisipasi Dampak El Nino

Purbaya-Tegaskan-Pemerintah-Tak-Akan-Tambah-Utang-Berlebihan.jpg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan paket stimulus pada semester II-2026 untuk mengantisipasi dampak El Nino. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa El Nino yang sudah mulai aktif pada Juni 2026 ini berpotensi mempengaruhi berbagai sektor.

Purbaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar stimulus tersebut segera disiapkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak El Nino terhadap perekonomian.

"Pak Presiden sudah memerintahkan menyiapkan untuk program itu," kata Purbaya, dikutip dari ANTARA, Rabu, 5 Agustus 2026.

Purbaya menjelaskan, hingga kini pemerintah belum menetapkan nilai anggaran maupun rincian program karena proses pembahasan masih berlangsung.

Purbaya menjelaskan Kementerian Keuangan masih menunggu usulan dari kementerian teknis sebelum stimulus tersebut diputuskan.



"Begitu selesai ya kita jalankan. Tapi masih didiskusikan sekarang," ucapnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan El Nino telah mencapai kategori kuat dan masih berpotensi meningkat menjadi sangat kuat sehingga berisiko memicu musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani pada Selasa, 4 Agustus 2026 mengatakan, hasil pemantauan BMKG menunjukkan El Nino memiliki indeks ENSO sebesar +1,59 yang menempatkannya pada kategori kuat.

Menurut BMKG, curah hujan pada Agustus hingga September 2026 diperkirakan berada pada kategori rendah hingga sangat rendah sebelum musim hujan mulai datang pada pertengahan Oktober 2026.

Dampak fenomena tersebut terutama dirasakan di wilayah selatan garis khatulistiwa, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa, Sumatera bagian selatan, dan Papua bagian selatan.

BMKG juga mengingatkan El Nino berpotensi mempengaruhi berbagai sektor, antara lain pertanian, penyediaan air bersih, pengelolaan waduk dan irigasi, kebakaran hutan dan lahan, energi, kesehatan, perikanan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. (ANTARA)