RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, memberikan evaluasi terhadap penampilan winger andalan timnya, Asir Aziz, setelah pertandingan.
Menurut Akhyar, Asir belum mampu menunjukkan performa terbaiknya, meski tetap berusaha memberikan kontribusi bagi tim.
Akhyar menilai Asir tetap menjadi salah satu pemain penting dalam skuad PSPS. Keberadaan Asir, kata dia, juga membuat lawan memberikan perhatian lebih dan melakukan penjagaan khusus terhadap pemain tersebut.
"Secara keseluruhan, Asir mungkin tidak di performa terbaik di hari ini, tapi dia mencoba berjuang," kata Akhyar, Sabtu, 19 September 2026.
Meski demikian, Akhyar melihat Asir tetap mampu menciptakan sejumlah peluang dalam pertandingan. Hanya saja, peluang tersebut belum berhasil dikonversi menjadi gol.
"Ya, kita sama-sama tahu Asir adalah salah satu pemain penting kita. Nanti semuanya juga akan mencoba untuk mewaspadai Asir, berjaga-jaga yang khusus pada Asir. Tapi beberapa peluang juga tercipta hari ini, namun tidak menjadi gol," jelasnya.
Selain mengevaluasi penampilan individu, Akhyar juga menyoroti persoalan teknis yang masih terlihat dalam permainan PSPS. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah kesalahan passing yang terjadi, terutama pada awal pertandingan.
Menurutnya, kesalahan-kesalahan kecil dalam membangun permainan dapat menjadi masalah serius karena memberikan kesempatan kepada lawan untuk menciptakan peluang.
"Aspek-aspek yang kita sudah evaluasi adalah meminimalisir kesalahan-kesalahan kecil, kesalahan-kesalahan passing yang juga boleh terjadi pada hari ini," lanjut mantan pelatih Persiraja Banda Aceh itu.
Akhyar mengakui, pada awal pertandingan para pemain PSPS masih beberapa kali melakukan kesalahan dalam memberikan umpan. Kondisi tersebut membuat permainan tim tidak berjalan sesuai dengan rencana yang telah disiapkan.
"Di awal-awal banyak sekali kesalahan-kesalahan passing. Nah, itu yang tidak boleh terjadi di level ini," tegas Akhyar.
Ia menilai persoalan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan kemampuan teknis pemain, tetapi juga menyangkut fokus dan konsentrasi sepanjang pertandingan. Kesalahan kecil yang dilakukan di area permainan sendiri dapat berujung pada peluang berbahaya bagi lawan.
Karena itu, Akhyar meminta anak asuhnya untuk meningkatkan konsentrasi dan lebih disiplin dalam setiap fase permainan. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting agar PSPS tidak kembali memberikan peluang kepada lawan akibat kesalahan sendiri.
"Saya pikir proses kesalahan-kesalahan kecil yang membuahkan peluang-peluang dari tim lawan selayaknya bisa kita minimalisir," katanya.
Akhyar menegaskan, PSPS harus mampu memperbaiki detail-detail kecil dalam permainan. Menurutnya, peningkatan kualitas tim tidak hanya ditentukan dari kemampuan menciptakan peluang dan mencetak gol, tetapi juga bagaimana pemain menjaga fokus ketika menguasai maupun kehilangan bola.
"Kita harus lebih fokus lagi. Saya pikir itu hanya di tingkat fokus dan konsentrasi tim yang harus lebih baik lagi," pungkasnya.

