RIAU ONLINE, PEKANBARU - Di tengah situasi belum sepenuhnya kondusif di Kelurahan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), usai insiden pembakaran sejumlah rumah yang diduga milik bandar narkoba, Polda Riau mengambil langkah berbeda yang mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif dengan mengukuhkan Duta Anti Narkoba.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam memerangi narkoba dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
"Ada lima duta nasional dan 18 duta lokal. Saya memberikan kepercayaan penuh kepada para duta untuk mensosialisasikan bahaya narkoba dan menggaungkan kampanye say no to drugs," ujar Herry, Kamis, 16 April 2026.
Jenderal bintang dua itu menegaskan bahwa seluruh duta yang ditunjuk telah melalui proses seleksi, termasuk tes urine, dengan hasil seluruhnya dinyatakan negatif narkoba.
"Seluruh Duta Anti Narkoba Polda Riau sudah dilakukan tes urine dan hasilnya negatif. Ini penting agar mereka benar-benar menjadi contoh yang baik di masyarakat," tegasnya.
Pengukuhan para duta ditandai dengan pemasangan selempang serta penyerahan surat keputusan. Para duta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari publik figur nasional, generasi muda, mahasiswa, pelajar, hingga mitra ojek online.
Lima artis nasional yang ditunjuk sebagai duta yakni komedian Peppy, musisi Sandy dari Pas Band, presenter Intan RJ, artis Chika Jessika, dan aktor Okan Kornelius.
Sementara itu, 18 duta lokal terdiri dari figur-figur muda berprestasi di Riau, termasuk para finalis Bujang dan Dara Riau, pelajar, mahasiswa, hingga perwakilan masyarakat umum.
Kapolda menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum semata. Menurutnya, keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.
"Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat. Ini butuh kolaborasi semua pihak. Generasi muda harus menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing," jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Riau agar terbebas dari ancaman narkoba yang kian mengkhawatirkan.
"Marilah kita bersama-sama menjaga Riau agar tetap bersih dan bebas dari narkoba. Peran para duta ini diharapkan menjadi motor penggerak edukasi dan kampanye bahaya narkotika di tengah masyarakat," tambahnya.
Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama, Polda Riau juga akan mengukuhkan lima desa dan kampung tangguh anti narkoba sebagai bagian dari penguatan program pencegahan berbasis komunitas.
Langkah ini diharapkan dapat meredam gejolak di Panipahan sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam memerangi narkoba tanpa harus melakukan tindakan yang melanggar hukum.
"Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya kami memperkuat gerakan pencegahan narkoba berbasis kolaborasi antara kepolisian, tokoh publik, dan generasi muda di Provinsi Riau," tutup Herry.

