RIAU ONLINE, PEKANBARU – Aksi monitoring kepadatan arus lalu lintas yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, pada Minggu 29 Maret 2026 menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam kegiatan tersebut, Masykur didampingi sang istri, Putri Varadina, yang juga merupakan anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Golkar.
Keduanya terlihat menggunakan sepeda motor jenis Kawasaki Ninja saat meninjau sejumlah titik kemacetan di Kota Pekanbaru.
Namun, perhatian publik justru tertuju pada kendaraan yang digunakan Masykur. Motor tersebut terlihat tidak dilengkapi kaca spion, yang kemudian memicu beragam komentar dari warganet karena dinilai bertentangan dengan imbauan tertib berlalu lintas yang disampaikan oleh Dinas Perhubungan.
Unggahan terkait peristiwa tersebut di akun Instagram @RiauOnline pun langsung dibanjiri komentar. Sejumlah netizen menyampaikan kritik dengan nada sindiran.
Salah satu akun menuliskan, “Diarahkan oleh orang yang hilang arah.”
Komentar lain berbunyi, “Kalau petugas tidak apa-apa, peraturan hanya buat warga.”
Tak sedikit pula yang menyoroti inkonsistensi antara imbauan dan tindakan di lapangan. “Mengimbau tertib lalu lintas tapi dia sendiri tidak tertib,” tulis warganet lainnya.
Selain itu, sejumlah komentar juga mempertanyakan kelengkapan administrasi kendaraan yang digunakan. “Pajak hidup nggak, Pak? Surat-surat aman?” tulis akun lainnya.
Seperti diketahui, dalam narasi resmi yang sebelumnya diunggah Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas.
Petugas juga disebut memberikan teguran kepada pelanggar, termasuk pengendara yang melawan arus dan tidak menggunakan helm serta memberikan teguran kepada Pak Ogah.
Namun, polemik yang muncul di media sosial menunjukkan adanya perhatian publik terhadap pentingnya keteladanan aparat dalam mematuhi aturan yang ditegakkan, terutama dalam hal keselamatan berlalu lintas.

