Sambut 1 Muharram, Warga Binaan Lapas Pekanbaru Berlomba Tingkatkan Keimanan

Lapas-pekanbaru-lomba-azan.jpg
Lapas Pekanbaru ikat menyemarakkan peringatan tahun baru Islam 1 Muharram (Dok. Lapas Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru ikat menyemarakkan peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026. Berbagai kegiatan Islam dilakukan dan dibimbing langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Ridho.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan. Perlombaan dibuka secara resmi dengan pelaksanaan lomba adzan yang berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Beragam cabang perlombaan disiapkan panitia, mulai dari adzan, seni tilawah Alquran, tahfidz, sholat witir hingga tausiyah. 

Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama enam hari ke depan dan menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan yang rutin dikembangkan di lingkungan Lapas Pekanbaru.

Untuk memastikan proses penilaian berjalan profesional dan objektif, panitia menghadirkan dewan juri dari berbagai lembaga keagamaan yang berkompeten, di antaranya Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Riau, Kementerian Agama Kota Pekanbaru, serta Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Kota Pekanbaru.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan bahwa momentum Tahun Baru Islam menjadi kesempatan yang tepat untuk memperkuat pembinaan karakter dan meningkatkan kualitas spiritual warga binaan.


“Peringatan 1 Muharram ini tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi juga sebagai media pembinaan yang positif. Kami ingin warga binaan memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan keagamaan, meningkatkan keimanan, serta membangun karakter yang lebih baik sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Yuniarto.

Menurutnya, pembinaan berbasis agama memiliki peran penting dalam proses perubahan perilaku dan pembentukan kepribadian warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap tumbuh kesadaran diri, kedisiplinan, serta semangat untuk terus memperbaiki diri. Nilai-nilai keagamaan menjadi fondasi penting dalam proses pembinaan yang kami lakukan,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang peserta lomba, Husein, mengaku bersyukur dapat ambil bagian dalam kegiatan tersebut. 

Ia menilai perlombaan yang digelar tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepercayaan diri.

“Saya sangat senang bisa ikut berpartisipasi. Kegiatan ini membuat saya lebih termotivasi untuk belajar, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah” tegas Husein

"Selain itu, saya juga mendapatkan pengalaman berharga yang mungkin tidak saya dapatkan sebelumnya,” lanjutnya.

Dengan semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Lapas Pekanbaru berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan nilai-nilai religius, mempererat kebersamaan antarwarga binaan, serta langkah nyata dalam membentuk pribadi yang lebih baik.