RIAU ONLINE, PEKANBARU - Alexandria Islamic School menggagas pembangunan peradaban melalui peningkatan mutu pendidikan bagi generasi penerus bangsa.
Sekolah dengan struktur bangunan ikonik ini mempunyai visi dan misi untuk menjadi institusi pendidikan yang mengemas proses belajar dalam bentuk pengalaman yang utuh, modern dan berkelas. Hal ini disampaikan Pendiri Alexandria Islamic School, Muhammad Idris Laena, Jumat, 3 April 2026.
"Lembaga pendidikan bukan sekadar tempat menuntut ilmu. Ia adalah ruang lahirnya peradaban," ujarnya.
Sebagai seorang doktor, insinyur, pengusaha, sekaligus politisi yang kiprahnya telah lama diperhitungkan di tingkat nasional, Idris mengatakan pendidikan bukan hanya angka pada nilai akademik atau sekadar kelulusan. Ia melihat pendidikan sebagai proses panjang dalam membentuk manusia seutuhnya.
Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, keterampilan hidup, serta integritas.
"Anak-anak yang cerdas tanpa karakter, atau terampil tanpa nilai, hanyalah potensi yang belum selesai," jelasnya.
Konsep inilah yang kemudian diterjemahkan dalam sistem pembelajaran di Alexandria Islamic School mulai dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas yang dirancang sebagai ekosistem pendidikan yang terintegrasi.
Alexandria Islamic School dikenal luas karena fasilitasnya yang lengkap dan tampilan fisik yang terkesan mewah. Namun bagi Idris Laena, kemewahan tersebut bukan tujuan, melainkan sarana.
Ia percaya bahwa pengalaman belajar yang baik harus didukung oleh lingkungan yang memadai. Infrastruktur, teknologi, hingga pendekatan pembelajaran modern menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi unggul.
"Peradaban hanya tumbuh dari pengalaman, sarana, serta wawasan yang memadai," jelasnya.
Pihaknya telah menyiapkan langkah besar berikutnya. Alexandria Islamic School tidak berhenti sebagai institusi pendidikan dasar dan menengah. Pengembangan menuju Alexandria Institute mulai digagas, dengan tujuan menciptakan lulusan yang memiliki keterhubungan kuat dengan dunia kerja konsep yang dikenal dengan “link and match”.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan zaman, di mana pendidikan dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan cerdas, tetapi juga siap menghadapi realitas dunia profesional.
Seiring berkembangnya visi besar tersebut, tongkat estafet kepemimpinan mulai dipercayakan kepada generasi berikutnya. Tania Laena Putri dan Astrid Laena Putri disebut akan melanjutkan arah pengembangan Alexandria ke depan. Kehadiran generasi baru ini diharapkan mampu membawa inovasi sekaligus menjaga nilai-nilai yang telah dibangun sebelumnya.
Lebih dari sekadar sekolah, Alexandria Islamic School kini diarahkan menjadi simbol kebangkitan peradaban Indonesia melalui pendidikan. Sebuah gagasan yang mungkin terdengar besar, namun bagi Idris Laena, perubahan memang harus dimulai dari keberanian untuk berpikir berbeda.
Baginya, pendidikan bukan hanya tentang hari ini melainkan tentang masa depan yang sedang dibangun, dengan kesungguhan, visi, dan komitmen jangka panjang. Dan dari Pekanbaru, gagasan itu perlahan tumbuh, menyemai harapan bagi lahirnya generasi Indonesia yang lebih unggul, berkarakter, dan siap menghadapi zaman.

