Jelang Lebaran, Warga Riau Keluhkan Jadwal Kosong Penukaran Uang di Situs BI

Jelang-Lebaran-Warga-Riau-Keluhkan-Jadwal-Kosong-Penukaran-Uang-di-Situs-BI.jpg
Tangkapan layar akun media sosial terkait jasa penukaran uang pecahan kecil. (Tangkapan Layar)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Menjelang Hari Raya Idulfitri, keluhan masyarakat terkait sulitnya penukaran uang baru melalui situs resmi Bank Indonesia kembali mencuat. Sejumlah warga Provinsi Riau mengaku kesulitan mendapatkan jadwal penukaran melalui laman Pintar BI di https://pintar.bi.go.id.

Berdasarkan pantauan dan pengakuan warga, saat mengakses situs tersebut, masyarakat harus menunggu estimasi waktu antrean secara daring selama beberapa menit.

Namun setelah berhasil masuk dan memilih lokasi penukaran sesuai wilayah tempat tinggal, khususnya di Provinsi Riau, tidak tersedia jadwal yang dapat dipilih. Kolom jadwal penukaran bahkan tertera kosong.

Kondisi ini membuat masyarakat kecewa, terlebih tradisi berbagi uang pecahan kecil saat Lebaran sudah menjadi kebiasaan turun-temurun.

"Saya sudah coba beberapa kali masuk ke situsnya. Sudah tunggu antrean online, tapi pas pilih wilayah Riau, jadwalnya kosong semua. Tidak ada pilihan sama sekali,” ujar Rina (34), warga Pekanbaru, Kamis, 5 Maret 2026.

Hal senada disampaikan Andi (41). Ia mengaku sudah mencoba mengakses situs tersebut sejak beberapa hari terakhir, namun hasilnya nihil.

"Menjelang Lebaran ini kebutuhan uang pecahan kecil pasti tinggi. Tapi kalau dari situs resmi tidak bisa, mau tidak mau cari alternatif lain," katanya.

Karena sulitnya mendapatkan jadwal resmi, sebagian warga akhirnya memilih menggunakan jasa penukaran uang yang banyak bermunculan di sejumlah titik di Kota Pekanbaru.


Bahkan, penawaran jasa penukaran juga marak di media sosial.

Salah satu akun media sosial dengan nama pengguna @angelll menawarkan jasa penukaran uang pecahan kecil dengan sistem Cash on Delivery (COD) maupun layanan jemput ke lokasi di kawasan Hangtuah, Pekanbaru.

Adapun rincian tarif yang ditawarkan sebagai berikut:

  • Pecahan Rp1.000, isi 100 lembar (total Rp100.000) dikenakan biaya admin Rp25.000

  • Pecahan Rp2.000, isi 100 lembar (total Rp200.000) dikenakan biaya admin Rp50.000

  • Pecahan Rp10.000, isi 100 lembar (total Rp1.000.000) dikenakan biaya admin Rp175.000

  • Pecahan Rp20.000, isi 100 lembar (total Rp2.000.000) dikenakan biaya admin Rp250.000

Jika dihitung, biaya jasa yang dibebankan terbilang cukup tinggi. Namun, hal tersebut tampaknya tidak menyurutkan minat warga yang ingin mendapatkan uang baru dengan cepat tanpa harus menunggu kepastian jadwal dari situs resmi.

"Memang mahal, tapi daripada tidak dapat sama sekali. Anak-anak pasti menunggu angpao Lebaran," ungkap Dedi (38).

Di sisi lain, praktik penukaran uang di pinggir jalan dinilai berisiko. Selain rawan peredaran uang palsu, masyarakat juga berpotensi menjadi korban tindak pidana penipuan.

Meski demikian, sebagian warga mengaku tidak terlalu memikirkan risiko tersebut karena kebutuhan yang mendesak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bank Indonesia terkait kosongnya jadwal penukaran uang di wilayah Riau melalui situs Pintar BI.

Masyarakat berharap pihak bank sentral segera menambah kuota dan membuka jadwal penukaran tambahan agar kebutuhan uang pecahan kecil menjelang Idulfitri dapat terpenuhi tanpa harus melalui jasa tidak resmi yang berisiko dan berbiaya tinggi.