Magister Ilmu Lingkungan UNILAK Kupas Permasalahan Lingkungan di Riau

Magister-Ilmu-Lingkungan-UNILAK-Kupas-Permasalahan-Lingkungan-di-Riau.jpg
Dialog Lingkungan Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (UNILAK) di Hotel Premier Pekanbaru, Kamis, 30 Juli 2026. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (UNILAK) menyelenggarakan Seminar Nasional Seri Dialog Lingkungan Riau #1 yang berlangsung secara hibrid, secara luring yang dilaksanakan di Hotel Premier Pekanbaru, serta daring melalui platform Zoom, Kamis, 30 Juli 2026.

Kegiatan ini mengangkat tema "Membaca Ulang Permasalahan Lingkungan di Provinsi Riau: Mengidentifikasi Akar Permasalahan dan Agenda Perbaikan Tata Kelola".

Ketua Panitia Seminar, Dr. Husni Mubarak, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari rangkaian Seri Dialog Lingkungan Riau yang diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti dan pengalaman empiris para pemangku kepentingan.

"Permasalahan lingkungan di Riau tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan ruang dialog yang mempertemukan berbagai perspektif sehingga dapat dibangun pemahaman bersama mengenai akar persoalan sekaligus merumuskan agenda perbaikan tata kelola lingkungan yang lebih partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan," ujarnya.

Seminar ini dirancang sebagai ruang dialog multipihak yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, pelaku usaha, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan guna membangun pemahaman yang komprehensif terhadap persoalan lingkungan di Provinsi Riau. 

Sejumlah isu strategis, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, degradasi gambut, deforestasi, pencemaran lingkungan, perubahan iklim, hingga konflik sumber daya alam, akan dikupas secara mendalam. 

Pembahasan tidak hanya berfokus pada dampak yang ditimbulkan, melainkan turut menelusuri akar penyebab serta merumuskan alternatif solusi melalui penguatan tata kelola lingkungan.



Untuk membedah persoalan secara komprehensif, seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya:

  • Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, yang akan memaparkan arah kebijakan serta tantangan dalam pengelolaan lingkungan di Provinsi Riau.

  • Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari), yang menyampaikan perspektif masyarakat sipil berdasarkan temuan dan pengalaman lapangan dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan.

  • Dr. M. Rawa El Amady, M.A., akademisi Universitas Lancang Kuning, yang mengulas kerentanan ekologis Provinsi Riau serta akar permasalahan lingkungan dari sudut pandang ilmu lingkungan.

  • SKK Migas, yang memaparkan tata kelola industri migas dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Riau.

Selain sesi panel, kegiatan ini juga akan melibatkan para peserta secara aktif dalam sesi diskusi kelompok. Sesi tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi praktik-praktik baik yang telah dilakukan, hambatan yang masih dihadapi, serta merumuskan rekomendasi guna mempercepat penyelesaian permasalahan lingkungan dan konflik sumber daya alam di Provinsi Riau.

Menurut Koordinator Acara, Istiqomah Marfuah, pendekatan partisipatif menjadi salah satu pilar utama dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

"Kami ingin seminar ini tidak berhenti pada penyampaian materi. Melalui diskusi kelompok, setiap peserta diharapkan dapat berkontribusi dalam menyusun rekomendasi yang nantinya menjadi dasar penyusunan policy brief dan agenda dialog lingkungan berikutnya," jelas Istiqomah.

Seluruh rangkaian dan hasil seminar ini nantinya akan dirumuskan menjadi beberapa luaran penting, meliputi peta isu strategis lingkungan Provinsi Riau, identifikasi akar permasalahan lingkungan, sintesis perspektif multipihak mengenai tata kelola dan penyelesaian konflik sumber daya alam, serta rekomendasi awal.

Dokumen tersebut diproyeksikan menjadi bahan utama dalam penyusunan policy brief, forum dialog tematik, serta rekomendasi kebijakan pada rangkaian kegiatan Seri Dialog Lingkungan Riau selanjutnya.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, Program Studi Magister Ilmu Lingkungan UNILAK berharap dapat menghadirkan wadah kolaborasi yang kuat. 

Sinergi yang terjalin antara pemerintah, dunia akademik, masyarakat sipil, pelaku usaha, dan masyarakat luas diharapkan mampu mewujudkan tata kelola lingkungan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan di Provinsi Riau.