Rentetan Gudang Penimbunan Solar Terbakar di Riau Tanpa Kejelasan Hukum

Gudang-solar-terbakar3.jpg
Gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan BBM jenis solar terbakar, di Jalan Sidodadi, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Minggu, 22 Februari 2026. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Rentetan kebakaran yang diduga berkaitan dengan gudang penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar terjadi di sejumlah wilayah di Riau sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Peristiwa-peristiwa ini memicu keresahan warga karena sebagian lokasi berada di kawasan padat penduduk dan diduga beroperasi secara tertutup dengan modus berkedok usaha lain.

Berikut ini RiauOnline merangkum beberapa peristiwa gudang penimbunan Solar terbakar di Provinsi Riau tanpa ada kejelasan hukum, Senin, 23 Februari 2026.

  1. Gudang BBM Solar Terbakar di Tanayan Raya 2025, Diduga Berkedok Gudang Kayu

Kebakaran pertama terjadi di Jalan Gunung Raya, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Kamis, 2 Januari 2025 sekitar pukul 19.00 WIB. 

Gudang yang terbakar diduga merupakan tempat penimbunan BBM jenis solar yang berkedok gudang penyimpanan kayu. Dari informasi yang dihimpun, belasan drum bermerek Pertamina yang diduga berisi solar ditemukan dalam kondisi terbakar. 

Namun, tidak lama setelah kejadian, drum-drum tersebut diduga telah dipindahkan oleh orang-orang tak dikenal ke lokasi lain yang disebut-sebut berada tak jauh dari gudang utama.

"Itu drum solar yang terbakar disimpan di dekat gudang satunya lagi," ujar seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya kepada media, Jumat, 3 Januari 2025.

Warga sekitar mengaku geram sekaligus khawatir. Mereka takut kejadian serupa kembali terjadi dan berdampak lebih luas.

"Kami takut hal sama menimpa rumah kami, apalagi limbah solar sudah mulai masuk ke air sumur rumah," ujar warga tersebut.

Menurutnya, aktivitas mencurigakan di gudang itu sudah lama terjadi. Kegiatan pemindahan atau penyulingan minyak disebut kerap dilakukan larut malam.

"Aktivitas mereka biasanya nyalin minyak pukul 23.00 WIB malam, kalau tidak pukul 02.00 WIB dini hari. Kami khawatir dan takut kejadian serupa menimpa rumah sekitar sini. Karena sangat berisiko," pungkasnya.


  1. Gudang BBM Solar Terbakar di Rumbai 2025

Belum reda kasus di Tenayan Raya, kebakaran hebat kembali terjadi di Jalan Sakinah, Palas, Rumbai, Kamis, 30 Januari 2025 dini hari WIB.  Gudang yang terbakar juga diduga menjadi tempat penimbunan solar ilegal.

Dari video dan foto yang beredar, terlihat satu unit truk tangki ikut dilalap api dan diduga tengah mengangkut solar. Kobaran api tampak membesar dengan cepat, memicu kepanikan warga.

Dalam salah satu video, terdengar seorang pria meminta tambahan unit pemadam kebakaran karena api sulit dikendalikan.

"Kebakaran besar kayaknya ini bang, butuh unit banyak ini," ujarnya dalam rekaman tersebut.

  1. Gudang Penimbunan BBM Solar Terbakar di Dumai 2025

Insiden serupa juga terjadi di Kecamatan Bukit Kapur, Dumai, Jumat, 25 Juli 2025 siang. Gudang yang diduga menyimpan BBM jenis solar terbakar hebat di kawasan padat penduduk. Dari berbagai video yang beredar di media sosial, terlihat kobaran api besar disertai asap hitam pekat membumbung tinggi. 

Api bahkan merembet ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Beberapa unit mobil, sepeda motor, serta baby tank dilaporkan ikut terbakar. Saat dikonfirmasi, Kapolres Dumai, AKBP Angga Herlambang, tidak memberikan keterangan resmi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, menyatakan pihaknya akan mengumpulkan data lengkap sebelum menyampaikan keterangan kepada media. Namun hingga beberapa waktu setelah kejadian, informasi resmi secara rinci belum dirilis.

Di media sosial, sejumlah akun menyebut gudang yang terbakar merupakan gudang BBM ilegal milik mafia di kawasan Bagan Besar, Dumai. Namun, klaim tersebut belum terkonfirmasi secara resmi oleh aparat penegak hukum.

  1. Gudang Penimbunan BBM Solar Terbakar di Marpoyan Damai

Kebakaran terbaru terjadi pada Minggu, 22 Februari 2026 sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Sidodadi, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Api melanda tempat pembibitan kelapa sawit yang sekaligus difungsikan sebagai gudang penyimpanan solar.  Kobaran api disertai suara ledakan membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Lokasi tersebut diketahui milik Efendi (50), seorang pecatan TNI AU. Selain membakar gudang dan area pembibitan sawit, api juga berdampak pada ternak kambing milik Sunardi (65), warga sekitar.

Roma (25), karyawan gudang yang menjadi saksi mata, mengatakan kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik.

"Saya lihat percikan api muncul dari kabel listrik yang tidak jauh dari tangki minyak solar berbahan plastik. Awalnya kecil, tapi langsung menyambar tangki solar, ujarnya.

Api dengan cepat membesar setelah terdengar suara ledakan. Percikan tersebut menyambar tumpukan tangki berisi solar, membuat kobaran api sulit dikendalikan dalam waktu singkat. Rentetan kejadian ini memperlihatkan pola yang hampir serupa

Warga berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait melakukan penertiban menyeluruh terhadap gudang-gudang yang diduga menyimpan BBM ilegal, terutama yang berada dekat permukiman.

Selain ancaman kebakaran dan ledakan, potensi pencemaran lingkungan seperti rembesan solar ke sumur warga menjadi kekhawatiran serius. Hingga kini, penyelidikan atas sejumlah peristiwa tersebut masih berlangsung. 

Namun di tengah minimnya keterangan resmi yang disampaikan ke publik, keresahan warga terus membesar, menunggu langkah tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.