Hadapi Puncak Hujan November, Pemko Pekanbaru Gerak Cepat Antisipasi Banjir

Diajukan-ke-Pemprov-Pemko-Pekanbaru-Harap-Tak-Ada-Perubahan-APBD-P-2025.jpg
Pj Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir yang mengancam sejumlah wilayah.

Langkah ini menjadi prioritas utama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru setelah peristiwa banjir besar yang melanda kota tersebut pada Ramadan lalu.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan wali kota memberi perhatian serius terhadap upaya mitigasi dan penanganan bencana agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan dampak besar bagi warga.

“Pertama, mitigasi bencana ini sangat ditekankan oleh wali kota. Kita masih ingat, tak lama setelah beliau dilantik, banjir besar melanda Kota Pekanbaru pada bulan Ramadan,” ujar Zulhelmi, Kamis 23 Oktober 2025.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi Pemko Pekanbaru. Saat itu, pemerintah harus menyiapkan tenda dan bantuan makanan bagi warga yang mengungsi, terutama di Kecamatan Rumbai.

“Bencana alam memang tidak dapat dihindari, tetapi dampaknya bisa diminimalkan dengan kesiapan yang matang,” tambahnya.

Ami sapaan Zulfahmi, menuturkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekanbaru), terdapat 26 kelurahan yang masuk kategori rawan bencana banjir. Karena itu, peran aktif lurah menjadi sangat penting dalam mengenali kondisi wilayah masing-masing.


“Secara teknis, lurah adalah ujung tombak di lapangan. Mereka yang paling tahu kondisi masyarakat dan wilayahnya,” ujar Ami.

Ia menegaskan lurah harus selalu siap dan tanggap terhadap potensi bencana.

"Pemko tentu akan turun langsung ke lokasi jika bencana terjadi. Tapi lurah harus lebih dahulu hadir dan siap di lapangan. Bila ada lurah yang tidak ikut dalam kegiatan kesiapsiagaan ini, tentu akan kami tegur,” tegasnya.

Saat ini, Wali Kota Agung Nugroho juga tengah meninjau sejumlah titik rawan banjir di berbagai kecamatan. Berdasarkan perkiraan BMKG, intensitas hujan tinggi diprediksi akan terjadi pada pekan kedua November.

Sebagai langkah antisipasi, Pemko mempercepat pembersihan dan pengerukan saluran air dari sedimen agar aliran air tetap lancar.

“Wali kota sudah memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengajak masyarakat bergotong royong membersihkan parit dan saluran air. Kita tidak bisa menunggu sampai banjir datang,” jelas Ami.

Selain fokus pada mitigasi banjir, Pemko Pekanbaru juga mengalokasikan lebih dari Rp250 miliar untuk pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan dan sistem drainase.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar dalam mewujudkan kota yang bebas dari genangan air dan jalan rusak.

Zulhelmi menambahkan Pemko juga terus menata keuangan daerah agar tetap sehat.

“Tahun ini, tunda bayar sudah dibayarkan sekitar Rp270 miliar dari total utang sekitar Rp476 miliar. Artinya, wali kota ingin memastikan keuangan daerah tetap sehat supaya program pembangunan berjalan lancar,” pungkasnya.