Komisi III Pastikan Siswa SD An-Namiroh 3 Kembali Tatap Muka Mulai Besok

Komisi-III-Pastikan-Siswa-SD-An-Namiroh-3-Kembali-Tatap-Muka-Mulai-Besok.jpg
Komisi III DPRD Kota Pekanbaru menggelar RDP bersama SD An Namiroh 3, Disdik, Dinas PUPR, DPMPTSP, Dishub Kota Pekanbaru, serta sejumlah wali murid, Rabu 16 Juli 2025. (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Komisi III DPRD Kota Pekanbaru menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak SD An Namiroh 3, Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), DPMPTSP, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, serta sejumlah wali murid, Rabu 16 Juli 2025.

Rapat ini dilaksanakan di Ruang Paripurna DPRD Pekanbaru sebagai buntut dari dugaan pelanggaran izin bangunan sekolah yang diketahui memiliki lima lantai, padahal hanya mengantongi izin satu lantai sejak 2012.

Sebelumnya, Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah yang terletak di Jalan Kelapa Sawit itu pada Senin 14 Juli 2025. Dalam kunjungan tersebut, disepakati bahwa seluruh 1.142 peserta didik untuk sementara dialihkan ke sistem pembelajaran daring demi menjaga keselamatan, sambil menunggu hasil kajian kelayakan bangunan.

Namun, hasil RDP hari ini menyepakati pembelajaran tatap muka akan kembali dimulai pada Kamis 17 Juli 2025, khusus di lantai 1, 2, dan 3 gedung sekolah.

“Besok mulai belajar offline seperti permintaan orang tua, hanya di lantai 1, 2, dan 3,” ujar Syahrizul, perwakilan legal SD An Namiroh 3 usai RDP.


Ia juga menjelaskan lantai 4 untuk sementara tidak digunakan sama sekali hingga hasil kajian teknis dari Dinas PUPR dan konsultan PT Andika Engineering keluar. Adapun lantai 5 yang paling atas akan dibongkar secara total.

“Untuk menghilangkan kekhawatiran, lantai 4 tidak akan dipakai untuk aktivitas apapun dan lantai 5 akan dibongkar,” jelasnya.

Bagi siswa yang sebelumnya dijadwalkan belajar di lantai 4, pihak sekolah akan merelokasi sementara ke gedung SD An Namiroh lainnya yang berada di Jalan Rawamangun.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Niar Erawati, menyebutkan ada dua opsi yang ditawarkan pihak sekolah, yakni menunggu hasil kajian atau mengaktifkan kembali proses belajar di lantai yang dinyatakan aman.

Berdasarkan kajian yang disampaikan, lantai 1, 2 dan 3 aman digunakan. Maka kita sepakat kegiatan belajar mengajar bisa kembali dilanjutkan di tiga lantai tersebut.

“Lantai 4 disegel, dan lantai 5 akan dibongkar. Proses pembongkaran dilakukan di luar jam belajar agar tidak mengganggu kegiatan siswa.”

Srikandi Demokrat ini juga menyatakan dukungannya terhadap kembalinya sistem pembelajaran tatap muka, mengingat banyaknya keluhan dari para orang tua terkait pembelajaran daring.

“Kita sepakat tidak ada belajar online lagi. InshaAllah besok seluruh siswa sudah mulai kembali belajar tatap muka,” tutupnya.