Pecah Telur, Seorang Warga Riau Syahid Akibat Covid-19

konpres-corona.jpg
(istimewa)
RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pecah telur. Provinsi Riau mencatatkan angka kematian akibat Corona Virus Diseases (Covid-19) pertama kali, Sabtu, 11 April 2020. 
 
Warga Kecamatan Tampan, S, dinyatakan positif Covid-19 setelah beberap hari lalu meninggal dunia. Ketika syahid tersebut, ia berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). 
 
Syahidnya S diikuti dengan hasil swab menyatakan almarhum positif Covid-19 ke-14 di Riau diumumkan langsung oleh Gubernur Riau, Syamsuar.
 
“Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga dan kerabat ditinggalkan. Selanjutnya akan dilakukan penelusuran pasien tersebut serta rapid test bagi keluarga dan kontak erat dari almarhum,” kata Gubernur Syamsuar, saat menyampaikan keterangan pers di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru.
 
Tak hanya S, Gubernur Syamsuar juga mengumumkan penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak dua orang. Sehingga hingga hari ini, sudah ada 16 pasien positif Virus Corona. Dari jumlah tersebut, 2 warga dinyatakan sembuh, 13 masih dirawat serta 1 orang lagi dinyatakan meninggal dunia.    
 
 
Syamsuar menjelaskan, pasien positif Covid-19 ke-15 di Riau berinisial JB (48), warga Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Pasien kini sudah diisolasi dan dirawat pada rumah sakit di Pekanbaru.
 
Uniknya, JB (48) sama sekali tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit. Namun, ia sempat kedatangan tamu yang menginap di rumahnya. Tamu tersebut berasal dari daerah terjangkit, Jakarta.
 
Sedangka pasien ke-16 positif Covid-19 di Riau berisial AT (33), warga Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Syamsuar mengatakan, saat ini sudah diisolasi dan dirawat. AT (33) memiliki riwayat perjalanan dari India pulang 22 Januari 2020.
 
“Dengan penambahan kasus positif ini, Dinas Kesehatan Provinsi Riau langsung melakukan tracing kontak dari pasien S (65), JB (48), dan AT (33). Dalam melakukan tracing ini kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru,” kata Gubri.
 
Sebelumnya, Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) II Riau, Prof Dr Akhmad Mujahidin, SAg mengatakan, muslim yanh meninggal akibat wabah, seperti Covid-19 ini, dinyatakan meninggal syahid akhirat.  
 
(*)

-->