1.071 Kantong Darah Terkumpul dari Karyawan PT RAPP

Karyawan-RAPP-Donor-Darah.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/APRILASIA.COM)

RIAU ONLINE, PANGKALAN KERINCI - Karyawan Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan para anggota keluarga mereka merealisasikan nilai inti perusahaan, Complementary Team dengan terlibat langsung dalam kegiatan donor darah di Pangkalan Kerinci, Riau

Dalam aksi sosial ini terkumpul 1.071 kantung darah. Dilansir dari laman aprilasia.com, donor darah berlangsung pada Maret lalu merupakan perhelatan donor darah ke-57 diinisiasi perusahaan bagi para karyawan tinggal di Kompleks RAPP.

Bertempat di Hotel Unigraha, acara ini juga didukung Palang Merah Indonesia (PMI) dan Keluarga Donor Darah (KDD) Riau Kompleks, KDD merupakan kelompok yang rutin memfasilitasi kegiatan donor darah di RAPP.

KDD Riau Kompleks juga memiliki jadwal kegiatan donor darah sendiri, sangat memudahkan bagi karyawan RAPP yang ingin lebih rutin mendonorkan darahnya.

Kepala Unit Transfusi Darah PMI Pekanbaru, Dr Dian Singgih, mengatakan PMI membutuhkan setidaknya 7.000 kantung darah setiap tahunnya.

Tentu saja, dengan tingginya angka harus dicapai menutupi kebutuhan transfusi darah di Pekanbaru, kontribusi rutin dari karyawan RAPP beserta anggota keluarga mereka merupakan bantuan sangat signifikan.

Pada 2017, RAPP bahkan menerima penghargaan atas keberhasilan perusahaan mencetak rekor tertinggi dalam acara donor darah karyawan ke-52 dengan terkumpul 1.265 kantong darah.

Ketua KDD Riau Kompleks, Nurul Azmi, mengatakan hampir 4.000 liter darah telah didonorkan karyawan RAPP semenjak 2005. Banyak dari karyawan tersebut telah menjadi pendonor permanen hingga saat ini, mendonorkan darah telah menjadi bagian dari rutinitas mereka setiap bulannya.

Darul Arifin (31), pendonor permanen juga karyawan RAPP telah mendonorkan darahnya sebanyak 16 kali. Pengalaman pertama Darul mendonorkan darahnya adalah semasa ia masih mengenyam bangku kuliah di usia 18 tahun.

“Awalnya saya mendonorkan darah untuk menolong orang lain. Saya sangat senang dapat menyelamatkan nyawa orang lain dengan melakukan hal yang sederhana,” jelasnya. 

Menurut Darul, sejak usia dini ia telah memahami banyak keuntungan dari mendonorkan darah secara rutin. Paling utama adalah fakta satu kantung darah ia donorkan dapat menyelamatkan tiga nyawa.

“Saya selalu berpikir entah saya atau anggota keluarga saya juga sangat mungkin membutuhkan bantuan sama suatu hari nanti, membutuhkan donor darah dari orang lain. Jika hari ini saya bisa menjadi pendonor bagi orang yang membutuhkan, mengapa tidak?” jelasnya.

Darul bercerita, dewasa ini telah banyak grup jejaring sosial yang dapat menjadi wadah bertukar informasi aktual mengenai pihak-pihak yang membutuhkan bantuan donor darah, sehingga para pendonor rutin dapat langsung dihubungi dalam keadaan yang genting.

“Karena saya juga terdaftar sebagai pendonor permanen, saya mendapatkan pesan rutin dari PMI yang menginfokan jadwal untuk mendonorkan darah lagi, sehingga tidak sulit bagi saya untuk menjalankan kebiasaan ini,” ungkap Darul.

Darul juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap perusahaan tempatnya bekerja yang tidak hanya mengedepankan keuntungan dan produksi, namun juga selalu konsisten untuk peduli kepada masyarakat.

“Setahu saya, RAPP adalah salah satu perusahaan terbesar yang rutin mengadakan kegiatan donor darah. Saya sangat senang dan bangga ketika kami mendapatkan penghargaan atas donor darah terbanyak dalam salah satu acara itu,” terangnya bersemangat.

“Saya rasa KDD yang kami miliki di Riau Kompleks juga kelompok yang sangat berharga, begitu banyak karyawan di sini yang dengan senang hati menyumbangkan kebaikan, meskipun mereka tidak memiliki kewajiban,” lanjutnya.

“Sehingga rasa solidaritas begitu kental di lingkungan kami. Ketika semua orang bersemangat mendonorkan darah atas dorongan pribadi, perbedaan ras, agama, suku, maupun pangkat tidak lagi penting di sini,” pungkas Darul.

RAPP akan terus berkomitmen untuk melakukan hal yang terbaik bagi masyarakat, dengan mendukung berbagai aktivitas sosial yang diinisiasi oleh para karyawan dan juga masyarakat di Pangkalan Kerinci.