Enam Perilaku Menyimpang Seksual Harus Anda Waspadai

Ilustrasi-Pencabulan.jpg
(Shutterstock)

RIAU ONLINE - Tanpa disadari, seseorang bisa saja mengidap penyakit yang sangat berbahaya bagi pasangannya. Penyakit tersebut dikenal dengan sebutan Parafilia. 

 

Ini merupakan perilaku menyimpang seksual dan juga merupakan perilaku abnormal. Tanda-tanda perilakuk abnormal ini adalah fantasi keinginan berhubungan sangat kuat, terus datang, dan sulit dihilangkan.

 

Parafilia, kata dr. Dewi Ema Anindia, Anggota Redaksi Medis Kedokteran Umum KlikDokter.com, mengatakan, dapat menimbulkan masalah untuk dirinya sendiri, sosial, hingga karir bersangkutan. 

 

Baca Juga: Lindungi Anak Anda, Ini Ciri-Ciri Pedofilia

 

Terkadang, kelainan ini pun dapat menimbulkan masalah sosial dan hukum yang serius. Gangguan perilaku penyimpangan seksual apa sajakah bisa disebut sebagai Parafilia? Berikut pengelompokannya oleh Dewi Ema: 

 

Eksibisionisme

Ini merupakan tindakan di mana seseorang akan menunjukkan alat vitalnya ke orang tidak ia kenal. Penderita gangguan ini merasa memiliki kepuasan tersendiri apabila bisa membuat orang lain terkesan dengan perilakunya tersebut.

 

Umumnya, penderita ini hanya akan menunjukkan barang berharganya tersebut tanpa kontak dengan seseorang. Namun terkadang mereka dapat meracap di depan umum di mana tindakan ini merupakan hal dilarang.

 

Fetishisme

Orang-orang menderita Fetihisme akan mengalami keinginan atau nafsu birahi seksual terhadap benda-benda mati. Penderita akan merasa terangsang, jika menggunakan ataupun menyentuh suatu benda/objek tertentu. Benda biasanya digunakan memenuhi nafsu seksualnya ini, misalnya celana dalam, sepatu wanita, ataupun baju wanita.

 

Klik Juga: Seks Oral Picu Kanker Tenggorokan

 

Frotteurisme

Kelainan frotteurisme atau sering disebut sebagai “gesek-gesek” merupakan kelainan di mana keinginan seksual seseorang dengan menyentuh atau menggesekkan alat kelaminnya pada tubuh seseorang tidak Ia kenal.

 

Umumnya, kasus ini akan terjadi pada pria yang menggesekkan alat kelaminnya pada wanita di angkutan umum, seperti di dalam kereta atau bis.

 

Pedofilia

Orang-orang dengan pedofilia memiliki fantasi, keinginan atau tindakan melakukan aktivitas seksual dengan anak-anak. Gangguan ini dialami oleh orang menderita pedofilia ini, misalnya membuka baju anak, memaksa anak menontoni perilaku masturbasi dilakukan penderita, menyentuh alat kelamin anak, dan melakukan tindakan seksual secara paksa kepada anak.

 

Pada beberapa kasus, para pedofil bisa melakukan tindakan kekerasan, seperti mengancam, agar sang anak mau menuruti apa yang diperintahkan. Tindakan ini sangat dilarang kerasa oleh hukum, dan perilaku pedofil pada umumnya akan dipenjarakan.

 

Masokisme

Individu dengan kelainan masokisme hanya dapat capai klimaks dengan tindakan-tindakan, seperti dipermalukan, dipukuli, atau disengsarakan. Kegiatan tersebut bisa dalam bentuk perkataan, atau beberapa kegiatan tertentu, seperti dipukuli, diikat atau disiksa. Penderita masokisme ini bisa melukai diri sendiri atau memerintahkan orang untuk melukai dirinya demi kepuasan seksual.

 

Sadisme

Para individu dengan gangguan sadism ini dapat memiliki fantasi menetap mengenai kepuasan seksual yang didapat dari penderitaan mental atau fisik dari pasangan seksual lain.

 

Pada kondisi ekstrim, penderita sadisme bisa melakukan pemerkosaan, penyiksaan, hingga pembunuhan untuk mendapatkan kepuasaan seksual. Pada umumnya penderita sadisme membutuhkan terapi psikologis yang intensif agar dapat sembuh dari kelainan diderita.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline