Bantal, Guling dan Sprei Kasur Anda Sarang Bibit Penyakit

Bantal-dan-Guling-Tidur.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE - Jangan anggap remeh dengan bantal, guling, sprai, dan sarung bantal serta sarung guling yang Anda pakai tiap hari. 

 

Jika Anda terlambat sadar dan menyadari bantal dan guling Anda berwarna lebih kuning dan memiliki bentuk berbeda dari sebelumnya, ada baiknya waspada. (Baca Juga: Hati-hati. Ciuman Bisa Tularkan Penyakit Herpes

 

Ketika hal tersebut terjadi, mungkinkah Anda akan berpikiran bahwa hal tersebut merupakan hal yang biasa saja? Atau mungkin Anda justru penasaran terkait hal apa yang dapat menyebabkan hal demikian.

 

Pasalnya, tutur dr Dyan Mega Inderawati, Anggota Redaksi Medis Kedokteran Umum KlikDokter.com, kuman bisa saja menjadi penyebab bantal atau guling Anda menjadi berwarna lebih kuning dari sebelumnya.

 

Lalu, bagaimana dengan bentuk bantal/guling yang berbeda dari sebelumnya? Apakah berbahaya?

 

"Apabila hal ini didiamkan saja, hal buruk mungkin dapat terjadi pada Anda, dan kemungkinan paling buruk terjadi adalah Anda akan mengalami gangguan saraf akibat bantal lama yang tidak lagi mampu menumpu leher Anda, walaupun hal ini sangat jarang terjadi," jelas Dyan. 

 

Jika, jelas Dyan, Anda mengalami nyeri di bagian leher belakang, saraf bagian belakang Anda mungkin saja mengalami penekanan akibat bantal tidak lagi mampu menumpu leher dan tulang belakang Anda dengan baik. (Klik Juga: Ingin Kulit Sehat? Ini Makanan Harus Anda Konsumsi

 

Hal tersebut, ujarnya, disebabkan karena saraf pada tulang belakang merupakan saraf yang terhubung dengan bagian atas tubuh, seperti bahu.

 

"Apabila hal ini terjadi, Anda akan mengalami kesemutan, kedutan, nyeri yang menjalar, bahkan kelemahan di bagian tubuh tertentu," ujarnya. 

 

Idap Alergi 

Selain itu, kata Dyan, jika Anda memiliki kecenderungan alergi, bantal lama Anda juga dapat menyimpan banyak debu dan tungau pemicu alergi pada diri Anda.

 

Lalu, apa harus dilakukan guna mengurangi keluhan sebelum alergi terjadi? Anda harus menggunakan pelindung bantal bersifat anti-alergen. Jenis pelindung bantal ini memiliki serat lebih padat sehingga mampu mencegah alergen (unsur pencetus alergi) untuk masuk ke dalam bantal digunakan.

 

"Pastikan Anda mencuci pelindung serta sarung bantal sekali dalam seminggu menggunakan air hangat dan menjemurnya di cuaca panas," katanya. 

 

Kedua, risiko karena tidak mengganti bantal adalah nyeri pada leher dan alergi. Ini akan membuat tidur Anda menjadi tidak optimal. Tidur tidak optimal tersebut nantinya akan berpengaruh pada kinerja kerja Anda keesokan harinya.

 

Jadi, kapan harus mengganti bantal?

 

Tidak ada patokan pasti kapan harus mengganti bantal. Jika Anda kerap mengalami kaku atau nyeri pada leher belakang, cobalah untuk mengevaluasi kembali bentuk bantal Anda. (Lihat Juga: Hati-hati. Hubungan Badan Sebabkan Serangan Jantung

 

Apabila bantal Anda memiliki sudah berubah warna dan bentuknya menjadi lebih pipih, Anda harus segera mengganti bantal tersebut. Selain mengganti bantal dengan yang baru, Anda juga bisa menggunakan cara lain.

 

 

"Cara tersebut dengan melipat bantal/guling yang pipih tersebut menjadi dua sehingga berbentuk agak tebal. Namun apabila bantal/guling tersebut tidak kembali ke bentuk semula, ini bisa menjadi pertanda Anda untuk segera mencari bantal baru demi kenyamanan dan keamanan diri Anda," pungkasnya. 

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline