Laki-laki Ini Meninggal Gara-gara Rokok

Robby-Perokok-Aktif1.jpg
(FACEBOOK)

RIAUONLINE - Apakah Anda masih merokok dan menghabiskan 2,3,4 atau lebih bungkus rokok tiap harinya? Kalau iya, segeralah berhenti merokoknya kalau tidak mau maut menjemput serta sakit bertahun-tahun seperti dialami Roby Indra Wahyuda.

 

Roby dikabarkan meninggal dunia Selasa (23/6/2015), usai bertahun-tahun melawan kanker laring atau pita suara stadium 3. Ia selama ini dirawat di Rumah Sakit dr Sardjito, Yogyakarta.

 

Sama seperti perokok lainnya, Roby sama sekali tak percaya jika merokok bisa membuat orang mati. Di dalam akun Facebooknya, ia menuliskan waktu saya merokok, saya tidak percaya yang namanya penyakit paru-paru. Merokok mati, gak merokok mati, lebih baik merokok sampai mati (tapi sekarang) saya mendekati kematian.

 

Roby Indra Wahyuda

 

Roby memulai belajar merokok sejak Kelas 6 SD. Ia lahir pada 12 Oktober 1988 dan bekerja di Dinas Pendidikan. Usai divonis Kanker Laring Stadium 3, ia menjalani operasi pengangkatan pita suara.

 

Usai tiga bulan bukannya membaik, malah semakin parah. "Ketika orang bilang aku sakit, aku butuh dana sekian. (bagi saya) Itu mahal sekali, dengan harga rokok yang murah sekali," kata Roby dengan nada kesal saat masih hidup dalam testemoni diutarakannya pada video kampanye anti rokok Komunikasi Pengendalian Tembakau (Kompak).

 

Sebelum kematian menjemputnya, Roby telah menjadi seorang penjuang anti rokok yang punya mimpi kelak generasi penerus bangsa Indonesia bisa terbebas dari rokok dan tidak bernasib seperti dirinya.

 

Roby Indra Wahyuda1

 

"Orangnya memang telah meninggalkan kita semua... tapi perjuangannya patut kita lanjutkan. Mari ditandatangani petisi yang dibuatnya dulu dan berharap pemerintah Indonesia saat ini mau meratifikasi FCTC. Mohon TTD dan share link dibawah yaa," ajak kawan-kawan Roby saat ia mengajukan petisi di change.org.

 

Dalam petisi itu, Roby menceritakan kenapa ia mengajah rakyat Indonesia untuk berjuang bersama-sama guna melindungi generasi muda dari bahaya rokok yang setiap saat mengintai mereka.

 

Roby Indra Wahyuda2

 

Menurut Robby, harga rokok di Indonesia masih sangat murah sehingga mudah dijangkau oleh anak-anak sekalipun. Murahnya harga rokok tak sebanding dengan biaya pengobatan akibat merokok.

 

Robby pun menulis petisi di change.org untuk Presiden Joko Widodo, agar bisa melindungi anak-anak dari asap rokok. Berikut video Robby saat masih hidup.