Ahli Virologi Ini Klaim Punya Bukti Covid-19 Dibuat di Labor Wuhan

Virus-corona7.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE - Seorang ahli virologi China yang dilaporkan bersembunyi karena takut keselamatannya terancam, kini telah muncul ke mata publik lagi. Menariknya, dia membuat pengakuan bahwa dirinya memiliki bukti ilmiah yang membuktikan Covid-19 adalah virus buatan manusia yang dikembangkan di laboratorium Wuhan, China.

Adalah Dr. Li-Meng Yan, ahli virologi yang mengatakan bahwa dia melakukan beberapa penelitian paling awal tentang Covid-19 pada tahun lalu. Namanya tiba-tiba menjadi perbincangan setelah melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah acara pada Jumat lalu.

Ketika pembawa acara menanyakan mana asal virus mematikan yang telah membunuh lebih dari 900.000 di seluruh dunia, Yan yang saat itu berbicara melalui panggilan video dari lokasi rahasia memberikan jawaban di luar dugaan.

“Itu (virus corona) berasal dari laboratorium - laboratorium di Wuhan dan laboratorium tersebut dikendalikan oleh pemerintah China," ujarnya seperti dikutip dari New York Post, Minggu (13/9/2020).

Dia bersikeras bahwa laporan yang berkembang luas saat ini yang menyebutkan bahwa virus yang berasal dari sebuah pasar di Wuhan, China, adalah sebuah pengalihan.

"Hal pertama adalah pasar (daging) di Wuhan adalah pengalihan dan virus ini sebenarnya bukan dari alam, ini buatan manusia," imbuhnya.

Ironisnya, mantan pengawas Yan ketika masih belajar di Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong, membungkamnya agar tutup mulut ketika dia ingin memberikan peringatan tentang adanya penularan Covid-19 dari manusia ke manusia pada Desember tahun lalu.

Sementara pada bulan April, Yan dilaporkan telah melarikan diri dari Hong Kong menuju ke Amerika Serikat untuk memperingatkan pemerintah tentang pandemi Covid-19.

Kini, Yan berencana untuk merilis bukti ilmiah yang membuktikan bahwa virus itu dibuat oleh manusia di laboratorium Wuhan.

“Urutan genom seperti sidik jari manusia. Jadi berdasarkan ini Anda dapat mengidentifikasi hal-hal ini. Saya menggunakan bukti tersebut untuk memberi tahu orang-orang mengapa ini datang dari laboratorium di China, mengapa hanya mereka yang membuatnya," imbuhnya.

"Siapa pun, meskipun Anda tidak memiliki pengetahuan biologi, Anda dapat membacanya, dan Anda dapat memeriksa serta mengidentifikasi dan memverifikasi sendiri bukti tersebut. Ini yang terpenting bagi kami untuk mengetahui asal-usul virus. Jika tidak kita tidak bisa mengatasinya, itu akan mengancam nyawa semua orang," lanjut Yan.

Menurut Yan, jika dirinya tidak mengatakan yang fakta Covid-19 yang sebenarnya kepada dunia, ia akan menyesal seumur hidup. Ia juga mengklaim bahwa sebelum melarikan diri dari China, informasi tentang dirinya sudah dihapus dari database pemerintah.

“Mereka (Pemerintah China) menghapus semua informasi saya dan mengirimkan orang-orang untuk menyebarkan rumor tentang saya, bahwa saya pembohong," tutup Yan.

Sebelumnya, Yuan Zhiming, direktur Institut Virologi Wuhan telah membantah laporan bahwa virus corona merupakan hasil rekayasa ilmuwan China yang mengalami kebocoran.

“Tidak mungkin virus ini berasal dari kami,” kata Zhiming kepada awak media pada bulan April lalu.

Artikel ini lebih dulu tayang di Suara.com