Mengenal Wanita Pertama di Dunia yang Berada di Angkasa Hampir Setahun

Christina-Poch-Astronaut-NASA.jpg
(NASA)

RIAU ONLINE, WASHINGTON-Christina Koch baru saja mendarat di Bumi pada Kamis 6 Februari 2020 setelah 328 hari berada di luar angkasa. Hal itu membuat Christina memecahkan rekor astronaut perempuan NASA Peggy Whitson yang juga pernah membuat rekor dengan berada di luar angkasa sel ama 289 hari pada 2017 lalu.


Misi antariksa terakhir yang dilakukan oleh Christina membawanya berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) pada 14 Maret lalu.

“Ini hal yang luar biasa bagi sains. Kami melihat aspek lain tentang bagaimana tubuh manusia dipengaruhi oleh gaya berat mikro untuk jangka panjang, dan itu benar-benar penting untuk rencana luar angkasa kami di masa depan yang berencana ke Bulan dan ke Mars,” ungkap Christina Koch seperti dikutip dari CNN.

ntuk mengetahui lebih lengkap seperti apa sosok Christina Koch, berikut kumparanWOMAN telah merangkum lima fakta menarik terkait perempuan 41 tahun ini.

1.Pemecah Rekor sebagai Perempuan Terlama yang Berada di Luar Angkasa

Christina Koch berhasil mencetak sejarah pada Kamis (6/2). Ia sukses memecahkan rekor penerbangan luar angkasa tunggal terpanjang yang dilakukan oleh astronaut perempuan.
Ia menghabiskan 328 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Catatan tersebut melampaui rekor Peggy Whitson, astronaut perempuan yang sebelumnya menghabiskan 289 hari berturut-turut di antariksa.
“Saya sangat terharu dan bahagia saat ini,” ungkap perempuan 41 tahun itu kepada para wartawan saat ia baru turun dari pesawat yang mendarat di dataran bersalju di Kazakhstan seperti dikutip dari BBC.

Ini bukan pertama kalinya Christina memecahkan rekor. Sebelumnya pada Oktober 2019, ia dan rekannya Jessica Meir telah melakukan perjalanan luar angkasa pertama yang semua timnya adalah perempuan.
Perjalanan tersebut berlangsung selama 7 jam 17 menit dan para astronaut mendapatkan telepon langsung dari Presiden Donald Trump setelah misi mereka selesai.

2.Sejak Kecil Ingin Jadi Astronaut

Lahir di Michigan pada 29 Januari 1979 dan dibesarkan di North Carolina, Amerika Serikat, Christina memang sudah ingin menjadi astronaut sejak kecil. Hal ini sudah terlihat ketika ia memilih jurusan sekolah maupun kuliah.


Christina lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Pengetahuan dan Matematika di Carolina Utara pada tahun 1997, lalu memperoleh dua gelar Sarjana Sains dari Universitas Negeri Carolina Utara di Raleigh, Amerika Serikat.


Selanjutnya, ia mengikuti program Akademi NASA dan lulus pada tahun 2001. Melihat prestasi dan kegigihannya, NASA pun memilihnya sebagai bagian dari Astronaut Group 21 pada 2013. Dua tahun kemudian, Christina berhasil menyelesaikan program latihannya pada Juli 2015 dan resmi terbang ke luar angkasa pada 2019.
3.Tubuhnya menjadi Uji Eksperimen Ketahanan Manusia di Luar Angkasa


Selama di ruang angkasa, Christina melakukan berbagai percobaan dan riset. Selain itu, ia sendiri juga menjadi bahan penelitian untuk mengetahui kekuatan vetebral atau kekuatan tubuh manusia selama berada di ruang angkasa.


Hal ini perlu dilakukan sebab kurangnya gravitasi bisa menyebabkan manusia kehilangan tulang dan otot. Setelah sampai di Bumi, tubuh Christina akan diteliti terkait proyek pengembangan tindakan pencegahan terhadap dampak dari pesawat luar angkasa terhadap tubuh manusia.

“Misi Koch yang lama akan memberikan para peneliti kesempatan untuk mengamati efek dari spaceflight jangka panjang pada seorang perempuan ketika NASA berencana untuk kembali ke Bulan di bawah program Artemis dan mempersiapkan penjelajahan manusia di Mars,” ungkap NASA dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNN .


Ia juga merupakan bagian dari penyelidikan Sel Ginjal (mempelajari perkembangan batu ginjal dan osteoporosis di luar angkasa) dan penyelidikan Microgravity Crystals yang untuk mengembangkan perawatan kanker yang lebih baik.


4.Ia Ingin Rekornya Dikalahkan oleh Perempuan Lain
Jika kebanyakan orang ingin menjadi satu-satunya yang memecahkan rekor dunia, berbeda dengan Christina. Ia ingin pencapaiannya kali ini bisa dipecahkan oleh perempuan-perempuan lainnya.


Ia ingin agar perempuan lebih berani untuk menembus batas dan melakukan apapun yang mereka bisa.

“Kita selalu berusaha untuk mendobrak batasan. Lakukan apa yang membuat kamu takut. Semua orang harus berpikir tentang apa yang membuat mereka tertarik dan apa yang mendorong mereka untuk melakukan itu. Hal-hal itu bisa sedikit menakutkan, tetapi biasanya itu berarti kamu menginginkannya,” ungkap Christina seperti dikutip dari CNN.


5.Ingin Menikmati Makanan Khas Meksiko setelah Mendarat

Selama berada di luar angkasa, ada makanan yang paling dirindukan oleh Christina Koch, yaitu makanan khas Meksiko. Melansir Hollywood Life, ia ingin segera makan keripik dan salsa sebab makanan tersebut tak boleh dibawa ke luar angkasa. Hal ini dikarenakan makanan yang renyah dan mudah hancur seperti keripik tidak diperbolehkan di stasiun ruang angkasa karena sisa-sisa atau remahannya dapat menyumbat peralatan.

Artikel ini sudah terbit di Suara.com