Makedonia Tutup Perbatasan, Ribuan Imigran Afghanistan Putus Asa

Imigran-Afghanistan.jpg
(AFP)

RIAU ONLINE - Puluhan imigran yang sudah putus asa mempertaruhkan hidup mereka dengan mencoba berebut masuk lewat pagar perbatasan kawat duri di Yunani setelah Makedonia menolak menerima pengungsi Afghanistan.

 


Athena hari ini bersumpah mengambil tindakan terhadap Makedonia setelah keputusan menutup pagar perbatasan itu menewaskan lebih dari 8.000 imigran yang terdampar di Yunani. Kebijakan itu juga dianggap menciptakan ketegangan lebih lanjut di perbatasan.

 

Sementara, pemerintah Makedonia menyalahkan Serbia telah melakukan hal yang sama di perbatasan dengan Makedonia. Sementara Serbia mengatakan, keputusan telah dibuat oleh Austria dan Slovenia di ujung atas dari koridor Balkan.

 

Hal itu terjadi setelah Austria memperkenalkan ketentuan hanya menerima 80 pencari suaka per hari. Hal itu memicu efek domino bersama yang disebut dengan migran Balkan.

 

Jerman hari ini mengecam keputusan Wina itu. Ada kekhawatiran kontrol unilateral dan kebijakan harian bisa memicu efek domino sepanjang jalur migran Balkan dan meninggalkan ribuan migran yang terdampar di Yunani.

 

Pemerintah Yunani mengatakan akan mengambil tindakan diplomatik untuk membujuk Makedonia menerima imigran Afghanistan setelah ribuan terdampar di perbatasan dan pelabuhan utama.

 

"Kami telah memulai gerakan diplomatik. Kami percaya masalah ini akan diselesaikan, ungkap Menteri Muda Dalam Negeri untuk Migrasi Yiannis Mouzalas kepada televisi parlemen, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

 

Menurut polisi, sekitar 5.000 pengungsi terjebak di perbatasan dengan Makedonia setelah negara tetangga Yunani itu menolak memberi jalan bagi migra Afghanistan. sebanyak 3.000 orang diblokir di Athena setelah mendarat di pelabuhan Piraeus dari pulau-pulau Aegean.

 

Sumber pemerintah mengatakan, menambahkan bahwa para pejabat berebut untuk menemukan ruang untuk mereka.

 

KLIK JUGA : Inilah Alasan Kenapa Fogging Bukan Cara Optimal Menuntaskan Wabah DBD

 

"Kami tidak mengharapkan (diplomatik) menjadi solusi hari ini," kata sumber itu. Ditambahkannya, "kami akan mengakomodasi imigran Afghanistan ketika mencoba untuk mencegah kepadatan penduduk di salah satu fasilitas yang tersedia"