Karhutla di Riau Jadi Sorotan Nasional, Luas Lahan Terbakar Tembus Ribuan Hektare

Karhutla-di-Dumai-Hanguskan-120-Hektare-Lahan-Pemadaman-Terkendala-Cuaca-dan-Sumber-Air.jpg
Arsip - Karhutla di Kota Dumai, Riau, Selasa, 24 Maret 2026. (Istimewa)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Provinsi Riau masih menjadi kejadian yang menonjol di tingkat nasional saat ini.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luasan area yang terbakar di wilayah tersebut menembus angka ribuan hektare.

"Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau juga masih menjadi salah satu kejadian menonjol nasional. Hingga Rabu 20 Mei 2026, luas lahan terbakar tercatat mencapai 3.474,74 hektare," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, 22 Mei 2026.

Abdul menjelaskan, upaya penanggulangan dan pemadaman titik api sejauh ini terus diintensifkan melalui kolaborasi operasi udara dan operasi darat dengan dukungan penuh dari berbagai instansi lintas sektoral.



Tim gabungan yang dikerahkan di lapangan terdiri atas unsur BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, serta elemen masyarakat dan unsur terkait lainnya.

Pada pelaksanaan operasi darat, tim gabungan saat ini tengah fokus melakukan lokalisasi api melalui penanganan visual, pemadaman langsung, hingga proses pendinginan (cooling down) pada area bekas terbakar di wilayah Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

BNPB menilai langkah pendinginan tersebut krusial dilakukan guna memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa di dalam lapisan tanah, khususnya pada area gambut yang memicu potensi kebakaran berulang.

Selain mengerahkan personel di jalur darat, BNPB dipastikan terus mengoperasikan armada helikopter untuk melaksanakan operasi udara berupa pengeboman air (water bombing) serta patroli udara guna mendukung percepatan penanganan karhutla di seluruh wilayah terdampak di Provinsi Riau.(ANTARA)