RIAU ONLINE, PADANG - Proses distribusi bantuan melalui udara bagi korban terdampak bencana hidrometeorologi di daerah terisolasi di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) masih terus berlanjut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya mengatakan, proses pendistribusian dilakukan oleh BNPB bersama Basarnas dan TNI.
"Menyikapi masih adanya daerah yang terisolasi, BNPB bersama Basarnas dan TNI melanjutkan pengiriman bantuan melalui udara," kata Abdul, dikutip dari ANTARA Kamis, 4 Desember 2025.
Abdul mengatakan, hingga Rabu, 3 Desember 2025 pukul 18.00 WIB bantuan pangan dan non-pangan seberat 6,5 ton telah didistribusikan ke wilayah Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Solok, dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Distribusi bantuan melalui udara tersebut meliputi wilayah Kabupaten Agam 4,1 ton, Kabupaten Padang Pariaman 843 kilogram, Solok 808 kilogram, Kota Pariaman 430 kilogram dan Kabupaten Pesisir Selatan 250 kilogram.
Terkait jenis bantuan yang diberikan kepada warga terdampak, Abdul merinci berupa sembako, biskuit, air mineral, makanan bayi, makanan dan susu kemasan, obat-obatan, kebutuhan perempuan, paket sandang, serta kasur lipat.
"Jadi total bantuan pangan dan non-pangan yang telah didistribusikan melalui transportasi udara sejak 28 November hingga 3 Desember 2025 mencapai 18 ton," ujar dia.
Di sisi lain ia menegaskan BNPB dan pemerintah daerah terus mengidentifikasi titik-titik yang masih terisolasi di provinsi itu, termasuk di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Agam.
Sementara itu Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Vasko Ruseimy mengatakan pemerintah bersama pihak terkait terus mempercepat penanganan infrastruktur pasca-bencana hidrometeorologi, terutama pada objek vital yang menjadi penghubung logistik demi kelancaran ekonomi masyarakat khususnya Jalan Lembah Anai.
"Ruas jalan ini merupakan objek vital di Sumbar dan menjadi jalur utama logistik penghubung menuju Provinsi Riau, sehingga percepatan penanganannya menjadi sangat penting," kata Wagub Vasko.
Termasuk pula, lanjutnya, demi memulihkan kelancaran arus transportasi, mobilitas masyarakat, distribusi logistik serta perekonomian masyarakat di provinsi itu.
Wagub Vasko menegaskan pemerintah terus berkomitmen untuk hadir, mengawal, serta mendukung penuh langkah-langkah yang diperlukan agar penanganan di kawasan Lembah Anai yang saat ini putus total dapat diselesaikan secepat mungkin. (ANTARA)

