FKBI Dukung Pembatasan Impor BBM Demi Stabilitas Devisa Negara

SPBU19.jpg
Ilustrasi BBM Pertamina (istimewa)

RIAU ONLINE - Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) sebut Langkah pengendalian impor bahan bakar minyak (BBM) melalui pemberian kuota sudah tepat dan rasional oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah tepat.

Ketua FKBI, Tulus Abadi menyebutkan, intervensi ini merupakan langkah tepat di tengah persoalan devisa negara.

"Impor BBM perlu dikendalikan mengingat masalah devisa negara, neraca perdagangan, dan komoditas strategis yang harus diintervensi negara," kata Tulus, dikutip dari ANTARA, Senin, 6 Oktober 2025.

Meski kebijakan ini menyebabkan kelangkaan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta, Tulus menilai kebijakan pemerintah bisa dimengerti dan rasional.

Menurut Tulus, masyarakat tidak perlu khawatir terkait performa SPBU Pertamina, sebab masalah kualitas dan spesifikasi BBM dari perusahaan plat merah tersebut sudah diatur dengan ketat oleh Kementerian ESDM.


"Tentunya, Pertamina tidak berani main-main dengan hal itu, termasuk soal adanya etanol," ujarnya.

Ia meyakini kandungan etanol dalam BBM Pertamina sudah menyesuaikan dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM. Selain itu, kandungan etanol dalam BBM bahkan lumrah ditemukan di SPBU luar negeri, seperti Shell di Amerika Serikat.

"Masalah etanol terkait erat dengan upaya pengurangan emisi karbon yang menjadi perhatian dunia," kata Tulus.

Lebih jauh, Tulus menilai bahwa kelangkaan BBM di SPBU swasta dapat menjadi momentum bagi Pertamina untuk melakukan rebranding korporasi, baik dari sisi pelayanan maupun citra kepada publik.

Tulus mendukung pembuktian bahwa takaran dan volume BBM dari SPBU Pertamina sudah presisi, sebagaimana ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Selain itu, ia juga mendorong Pertamina untuk memberikan inovasi dan pelayanan yang jauh lebih baik dari saat ini.

Pemberian pelayanan tersebut bisa dimulai dari memitigasi lonjakan pembeli di SPBU Pertamina imbas kosongnya BBM di SPBU swasta.

"Lonjakan harus diantisipasi, dimitigasi oleh SPBU Pertamina, terutama terkait antrean di titik-titik SPBU strategis, khususnya bagian sepeda motor," ucap Tulus. (ANTARA)