Purbaya Aliran Modal Asing Naik, Tanda Ekonomi RI Stabil

Purbaya-Tegaskan-Pemerintah-Tak-Akan-Tambah-Utang-Berlebihan.jpg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO)

RIAU ONLINE - Kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan Indonesia menunjukkan pemulihan yang cepat setelah sempat terguncang oleh ketidakpastian domestik beberapa waktu lalu. 

Hal ini tercermin dari aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN), menurut pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2025, Senin, 22 September 2025.

“Spread yield sempat naik, tapi cepat sekali turun lagi. Jadi cepat sekali kepercayaan investor pulih setelah keributan beberapa minggu lalu,” kata Purbaya, dikutip dari ANTARA.

Pada periode 15–19 September 2025, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp3,03 triliun di seluruh pasar saham domestik. 


Meski secara kumulatif sejak awal tahun masih tercatat net sell Rp58,70 triliun di pasar saham dan Rp119,62 triliun di SRBI, kembalinya aliran modal asing dalam beberapa pekan terakhir dipandang sebagai sinyal stabilisasi.

Salah satu indikator penting pemulihan kepercayaan ini adalah penyempitan spread yield antara SBN rupiah tenor 10 tahun dengan US Treasury yang turun dari 240 basis poin (bps) pada Januari 2025 menjadi 216 bps di September. Ini menunjukkan persepsi risiko terhadap rupiah yang membaik di mata investor global.

“Nggak turun banyak, tapi saya pikir cukup baik di tengah gejolak domestik. Itu spread-nya sempat naik, kemudian turun lagi. Jadi cepat sekali kepercayaan investor pulih setelah keributan beberapa minggu yang lalu,” tambahnya.

Di samping itu, "country risk" yang diukur melalui spread yield antara SBN berdenominasi dolar AS dan US Treasury juga turun dari 88 bps pada Januari menjadi 79 bps pada September.

“Kalau kita lihat rekam historisnya, ini amat rendah. Kalau kita nanti terus membaik ekonominya, saya pikir ini akan turun terus spread yield dengan US Treasury,” imbuhnya. (ANTARA)