1.500 Anak Putus Sekolah di Pekanbaru Bakal Dapat Pendidikan Gratis

Wali-Kota-Pekanbaru-Agung-Nugroho-saat-mengunjungi-Sekolah-Rakyat.jpg
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 3 di Gedung Abiseka Kemensos di Pekanbaru. (ANTARA/HO-Pemko Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memberikan biaya pendidikan gratis untuk anak putus sekolah. Sebanyak hampir 1.500 anak putus sekolah tersebut didaftarkan melalui kader posyandu di setiap kelurahan untuk mendapatkan pendidikan gratis.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan banyak anak putus sekolah karena sebelumnya bersekolah di swasta. Sehingga tidak sanggup membayar tagihan di sekolah atau terutang, bahkan tidak menerima ijazah atau rapor yang buat mereka putus sekolah.

"Kita menggratiskan anak-anak sekolah untuk anak-anak yang tidak mampu. Termasuk untuk mereka mengambil sekolah Paket A, dan B," kata Agung Nugroho, Kamis, 14 Agustus 2025.

Agung menyampaikan anak-anak yang mengalami putus sekolah bisa melapor ke pihak kelurahan. Selanjutnya, pihak kelurahan akan mengurus ke dinas pendidikan untuk dibantu agar bisa bersekolah kembali.

Sementara itu, Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin mengatakan, saat ini Pemko Pekanbaru tengah melakukan klasterisasi terhadap ribuan anak putus sekolah ini.


Pemko Pekanbaru bakal memilah mana yang akan dimasukkan ke sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Termasuk bagi anak yang ijazahnya ditahan atau akan bersekolah dengan mengambil paket B.

Pihaknya sedang melakukan pemetaan tempat tinggalnya anak-anak tersebut agar mendapat sekolah terdekat.

"Yang bisa masuk ke sekolah negeri kita masukan ke negeri, mana yang ke swasta dan yang ambil paket," ujarnya.

Dia mengatakan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memerintahkan agar semua anak di Pekanbaru wajib bersekolah.

"Kebijakan pak wali sudah jelas bahwa tidak ada satu orang pun anak di Pekanbaru yang tidak sekolah," jelas Helmi.(ANTARA)