Kalah dari PSPS, Persiraja Sebut Ruang Ganti Stadion Seperti Sauna

Persiraja-Banda-Aceh-Optimistis-Curi-Poin-di-Markas-PSPS-Pekanbaru.jpg
Pelatih Persiraja Banda Aceh, Akhyar Ilyas (tengah), Fitra Ridwan (kiri) dan MC Teza Taufik, pada Jumat, 7 November 2025. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pelatih Kepala Persiraja Banda Aceh, Akhyar Ilyas melontarkan dua kritik tajam usai timnya kalah tipis 0–1 dari PSPS Pekanbaru dalam lanjutan Liga 2 Indonesia 2025/2026 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Sabtu 8 November 2025.

Selain menyoroti kepemimpinan wasit Idfi Akbar Patha yang dinilai banyak merugikan timnya, Akhyar juga mengeluhkan kondisi fasilitas stadion, khususnya ruang ganti pemain yang disebutnya sangat panas dan tidak layak digunakan.

“Ruang ganti seperti sauna dan tidak baik bagi pemain. Kami sudah protes sejak awal, tapi sampai jeda babak kedua tidak ada perubahan,” ujar Akhyar dengan nada kecewa.



Menurutnya, kondisi ruang ganti yang terlalu panas turut memengaruhi konsentrasi dan emosional para pemain di lapangan.

“Jujur, pertandingan hari ini cukup mengecewakan. Selain kepemimpinan wasit yang tidak konsisten, kami juga terganggu dengan kondisi ruang ganti yang sangat panas. Hal ini ikut memancing emosi para pemain,” ucapnya.

Dalam laga tersebut, Persiraja harus bermain dengan sembilan pemain setelah Dimas Julio Pamungkas dan Aditya Angga Saputra masing-masing menerima kartu merah.

Kondisi itu dimanfaatkan PSPS untuk mencetak gol tunggal melalui Reyhan Firdaus di menit ke-88, sekaligus memastikan kemenangan tuan rumah di hadapan ribuan suporter.