Riau Ojek, Ojeknya Orang Riau Sejak Beroperasi Kantongi Izin dan Legal

Kapolda-Riau-Bagikan-Sembako.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLIE, PEKANBARU - Aplikasi ojek online (Ojol) punyanya orang Riau, Riau Ojek (Rijek) sejak awal berdiri sudah mengantongi perizinan dan legalitas sebagai perusahaan transporasi online, sama seperti Gojek, Grab maupun Maxim. 

Direktur Utama PT Riau Trans Utama (RTU), perusahaan menaungi aplikasi Ojek Online Rijek, Ahmad S Udi, menepis rumor Rijek tidak memiliki izin alias ilegal.

“Kami bisa pastikan, Riau Ojek memiliki izin sesuai ketentuan pemerintah untuk sebuah perseroan terbatas,” papar Ahmad, dalam siaran pers, Rabu, 22 April 2020.

Ia menjelaskan, izin PT RTU dari Kementerian Hukum dan HAM bernomor AHU-0056917.AH.01.01. tahun 2019. Sementara untuk Nomor Induk Berusaha atau NIB dari pemerintah, melalui Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS, bernomor 0120114100769 tertanggal 6 November 2019 untuk jenis usaha, salah satunya adalah Ojek Motor atau transportasi.

Mengenai izin dari daerah, Dinas Perhubungan (Dishub) Riau masih dalam proses. Perusahaan, lanjut Ahmad, sudah menemui Kepala Dishub Riau, Taufik untuk mengkoordinasikan pengurusan izin yang diperlukan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Riau untuk mengurus izin diperlukan. Hanya saja, sebelum kami menuntaskan, muncul wabah Corona, kegiatan administrasi kantor kami libur sejak sebulan lalu dan karyawan sementara di rumahkan,” tegasnya.

Dengan penjelasan ini, Ahmad berharap semua pihak tidak merasa ragu menggunakan jasa Riau Ojek. Sejak beroperasi Desember 2020 lalu, Riau Ojek terbukti mampu menjadi pilihan transportasi murah dan efesien bagi masyarakat Kota Pekanbaru.

Sebagai aplikasi Ojol lokal, Ahmad sangat yakin keberadaan Riau Ojek mendapat sambutan menggembirakan masyarakat Pekanbaru. Terbukti hingga jumlah mitra Rijek sekitar 1.300 sepeda motor dan mobil. Sementara jumlah pelanggan telah menggunduh aplikasi Riau Ojek dari Play Store hampir 11 ribu.

“Pelanggan hampir sebelas ribu merupakan bukti Rijek sebagai transportasi murah sangat dibutuhkan masyarakat Pekanbaru,” demikian penjelasan Ahma.