Curhat Warga di Pelabuhan Rakyat Tanjung Rhu, Khawatir Digusur Pemerintah

tanjung-rhu.jpg
(Hasbullah)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Masyarakat sekitar pelabuhan Tanjung Rhu hingga hari ini masih merasa khawatir dengan kuatnya wacana untuk menggusur pelabuhan yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu itu.

Pengelola salah satu pelabuhan, Abdul Aziz mengatakan ada sekitar 40 pelabuhan rakyat yang akan digusur oleh Pemko Pekanbaru untuk dipindahkan ke daerah Tenayan Raya.

"Mayoritas disini buruh angkut, kami minta agar pelabuhan ini tetap ada, karena masyarakat sepanjang sungai Siak ini menggantungkan hidup disini," ujar Aziz, Kamis, 14 Maret 2019.

Aziz mengaku pihaknya bisa saja menerima penggusuran tersebut, namun tentunya harus diberikan solusi yang pasti.

"Kita mau dipindahkan ke Tenayan Raya, sementara akses jalan disana saja belum ada. Satu pelabuhan ini menyerap 15 buruh angkut, dikalikan saja 40 pelabuhan, belum lagi anak istrinya," ungkapnya.

Aziz yang sudah tinggal di daerah itu sejak 20 tahun lalu tersebut mengaku hingga hari ini belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari Pemko Pekanbaru terhadap keberlangsungan pelabuhan rakyat tersebut.

"Kita tidak pernah dapat bantuan, ini kan pelabuhan rakyat, yang memperbaiki ini itu ya pemiliknya, dan kita tidak pernah tahu apakah ada bantuan untuk itu atau tidak," akunya.

Hal tersebut ia sampaikan saat kampanye Caleg DPRD Provinsi Riau Said Usman Abdullah, ia berharap Politisi PAN tersebut bisa menyampaikan aspirasi tersebut.

"Pak Said pasti paham permasalahan ini, dia juga sudah lama dekat dengan kami, dia kan juga bilang Tanjung Rhu ini cikal bakal kota Pekanbaru, dia pasti akan menyuarakan ini di DPRD Provinsi nanti," katanya.