Uji Lab: Tak Ada Bahan Memabukkan di Pembalut Wanita

Ilustrasi-Uji-Laboratorium.jpg
(internet)

RIAUONLINE, JAKARTA - Beberapa waktu yang lalu, publik dihebohkan dengan perilaku aneh pada pemuda yang nekat minum air rebusan pembalut wanita. Pada remaja yang mayoritas anak jalanan, mengaku bisa "fly" setelah meminumnya.

Namun, hasil dari uji laboratorium yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Kimia menunjukkan, tak ada unsur atau bahan memabukkan dalam pembalut wanita.

Seperti diungkapkan Dr Yenny Meliana, Peneliti Teknik Kimia LIPI yang dikutip dari Kumparan, Kamis 22 November 2018. Menurut studi literatur yang dilakukan oleh LIPI, bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pembalut menggunakan polimer atau sintesis.

"Jadi dari isi pembalutnya sendiri, si hidrogell itu adalah polimer, poliakrilat (plastik). Kemudian sarung penutupnya ya, kain penutupnya juga itu bahan polimer, kemudian juga nanti dibungkus lagi dengan plastik itu bahan polimer," ujar Dr Yenny Meliana.

Sehingga, dalam hal ini, bahan-bahan pembalut tidak mengandung suatu zat yang menyebabkan seseorang mabuk, sekalipun direbus dan diminum. Lantas, apa yang membuat seseorang mabuk setelah meminum rebusan air pembalut?

Untuk mencari tahu, LIPI meneliti apakah ada kandungan zat Benzene, Toluene, dan Xylene (BTX) di rebusan pembalut. BTX merupakan senyawa organik atau pelarut yang biasa digunakan pada lem, bila zat ini dihirup terus menerus bisa mengakibatkan orang berhalusinasi.

Dari tiga sample pembalut yang direbus dan diteliti LIPI, hasilnya tidak ditemukan kandungan BTX yang memabukkan.

"Jadi kita rebus si pembalutnya, kemudian kita ekstrak, kita analisis pakai alat gas kromatografi, ternyata tidak ada kandungan dari BTX itu tadi," tutur perempuan yang akrab disapa Meliana.

Penelitian tersebut, tak selesai di situ. LIPI juga meneliti perekat yang menempel di balik pembalut. Meski begitu, kandungan perekat di dalam pembalut sangatlah sedikit untuk membuat seseorang sempoyongan apalagi mabuk.

"Tapi kan kandungan resin perekatnya itu sangat-sangat sedikit di dalam pembalut itu. Jadi kalau dari komposisinya tidak ada bahan yang mengarah ke arah yang memabukkan itu ya," ucap Meliana.

Menurut Meliana, sensasi mabuk itu diduga didapatkan dari sugesti si peminum. Dugaan lain, air rebusan pembalut sengaja dicampur dengan alkohol sehingga memabukkan.

"Kalaupun diberitakan bisa memabukkan atau membuat fly itu mungkin sugesti. Atau kemungkinan lain, mereka menambahkan biasanya kan ada ya ditambahkan ramuan apa gitu, obat batuk, kemudian merebusnya sendiri tidak dengan air," ungkap Meliana.

"Kalau merebusnya dengan alkohol ya yang bikin memabukkan alkoholnya bukan rebusan air pembalutnya sendiri," lanjutnya.

Tak hanya air rebusan pembalut baru yang dikonsumsi remaja-remaja nekat ini, namun air rebusan pembalut bekas pakai yang didapat dari tempat sampah juga jadi sasaran eksperimen mereka.

"Kalau pembalut bekas itu kan berarti itu udah beda lagi, apalagi kalau dapetnya pembalut bekasnya entah darimana sudah terkontaminasi dengan zat-zat lain. Tapi itu juga lebih ke arah ke kesehatan ya, higienis. Karena sudah ada mikroba di sana, mikro organisme, bakteri, seperti itu, kalau pembalut bekas," tutur Meliana.

Tren mabuk pembalut di kalangan remaja jalanan muncul dengan alasan tak punya uang untuk membeli minuman beralkohol. Remaja-remaja itu tak kehabisan akal. Mereka nekat meneguk air rebusan pembalut agar bisa nge-fly dan mabuk.

Kasus tersebut ramai dibahas publik saat Kepala Bidang Berantas Badan Narkotika Nasional Jawa Tengah, Suprinarto, menyebut adanya kelompok anak jalanan yang mabuk air rebusan pembalut pada awal bulan November 2018.

Menurut Suprinarto, sebenarnya kasus mabuk rebusan air pembalut ini sudah marak di kalangan remaja jalanan usia 13-16 tahun sejak 2016, dan telah menjalar ke beberapa daerah.

Saat ini, fenomena mabuk air rebusan pembalut kembali mencuat. Kasus serupa ditemukan di wilayah Jawa Tengah seperti Kudus, Pati, Semarang dan beberapa daerah lainnya.

Tulisan ini sudah tayang di Kumparan.com dengan judul "Hasil Uji Laboratorium: Tak Ada Bahan Memabukkan di Pembalut Wanita"

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id