Atuk Kumis Sempat Berjualan Batu Akik

Herman-Atuk-Kumis-Pantura.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/WINAHYU DWI UTAMI)


RIAUONLINE, PEKANBARU - Banyak kisah dilalui Herman Pantura alias Atuk Kumis sebelum lolos dalam audisi ajang pencari bakat Bintang Pantura 2 Indosiar. Kakek satu orang cucu ini sempat berjualan batu akik berkeliling dari satu daerah ke daerah lain di Riau.



"Sebelum berangkat ke Jakarta saya jualan batu akik. Mulai dari Pekanbaru, Pelalawan hinggga ke Siak," katanya, saat menyambangi Redaksi RIAUONLINE.CO.ID, belum lama ini.



Seniman asal Pekanbaru yang kerap tampil dari pangung ke panggung ini merupakan sosok pria yang tidak pilih - pilih pekerjaan. Disaat Job manggung lagi sepi, Herman mengambil kesempatan meraih pundi-pundi penghasilan berjualan batu akik yang lagi fenomenal.



"Alhamdulillah batu akik yang saya bawa ke liling daerah laku terjual," ujar pria yang kerap disangka Indro Warkop oleh warga Jakarta ini.

 

(BACA JUGA: Herman Pantura Sambangi Redaksi Riauonline)



Meski bekerja serabutan,  mulai jadi penyanyi orgen sekaligus MC dari panggung ke panggung hingga penjual batu akik. Tidak membuat jiwa seniman pria berkumis lengkung ini luntur. Ia terus berusaha meraih mimpi menjadi penyanyi dangdut nasional meskipun usianya sudah menginjak 51 tahun.



"Dari dulu saya ingin sekali bisa rekaman di Jakarta," katanya.



Bermodalkan uang hasil penjualan batu akik ditambah sedikit uang hasil jual sebidang tanah, Herman kumis mencoba peruntungan di Jakata. Ia mendatangi stasiun televisi Indosiar untuk mengikuti Audisi dangdut Bintang Pantura pertama. Namun sayang, ketika itu pendaftaran telah ditutup. "Saya telambat mendaftar," ujarnya.



Kendati demikian, Herman kumis tetap bertahan di Jakarta dengan menjadi penonton bayaran di ajang tersebut. "Tiga bulan saya jadi penonton bayaran," katanya. 



Atuk Kumis tidak mau kehilangan kesempatan berikutnya. Ia kembali mendaftar sebagai peserta audisi Bintang Pantura 2 dan mampu lolos ke babak selanjutnya. Pada penampilan perdananya, dia sempat mengaku tegang namun tetap berusaha santai.



Ia mengatakan, dengan bekal jadi penonton bayaran itulah, Atuk Kumis belajar teknik-teknik apa saja akan dinilai oleh dewan juri. “Bisa lihat saat tampil saya tidak dikritik oleh Irfan Gunawan mengenai costum,” ujarnya.



Hasilnya, saat ia tampil perdana di Bintang Pantura 2, ketika Irvan Gunawan, Dewan Juri Bintang Pantura 2, yang biasanya berkomentar kritis mengenai kostum, justru ia malah mendapat sanjungan. Ingin lihat aksi Atuk Kumis, klik di sini.



Aksi nyentrik pria berkepala plontos saat bernyanyi mendapat sambutan luar biasa dari dewan juri maupun penonton. Akhirnya pedangdut kondang yang bertindak sebagai juri Saipul Jamil 'jatuh hati' kepada Atuk Kumis saat tampil perdananya. Atuk Kumis akan bersaing dengan kontestan lainnya di bawah mentor Saipul Jamil.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline