Aktual, Independen dan Terpercaya


Pemprov Janji Fasilitasi Supporter Menyelamatkan PSPS Riau

demo-curva-nord.jpg
(istimewa)

Laporan: RICO MARDIANTO

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sejumlah kelompok suporter klub sepak bola PSPS Pekanbaru gelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Riau sekitar pukul 03.00 WIB, Senin, 24 Juni 2019.

Demo diawali dengan long march dari sebelah Gedung Perpustakaan Soeman HS Jalan Tjut Nyak Dhien menuju gerbang Kantor Gubernur Riau dengan maneriakkan yel-yel khas sepak bola.

Tiba di depan gerbang Gubernuran, fans fantatik sepak bola yang membawa atribut bendera tersebut menggelar orasi secara bergantian di hadapan petugas kepolisian yang berjaga di sana.

Ratusan suporter PSPS tersebut gabungan dari Curva Nord, Askar Teking, Brigez Riau, Pekanbaru Finest, dan XTC DPD Riau.

"Kami menagih janji Pak Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution agar membentuk tim penyelamatan PSPS agar tidak dijual ke luar Provinsi Riau," kata koordinator aksi Dolly San David dalam orasinya.

Beberapa saat setelah orasi, perwakilan massa aksi sebanyak 10 orang diperkenankan untuk audiensi dengan Wakil Gubernur Riau dan jajaran di ruang rapat kantor Gubernur Riau.

Saat audiensi, Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution mengatakan siap memfasilitasi para pendukung untuk menyelamatkan PSPS Riau yang mengalami krisis keuangan tersebut. Namun Pemerintah Provinsi Riau tidak bersedia memberikan bantuan dalam bentuk dana.

"Ayo sama-sama kita selamatkan PSPS Riau ini, tapi dengan cara-cara yang santun," kata Edy Natar.

Dolly San David, yang juga Old Ultras Curva Nord, menyatakan saat ini kondisi PSPS dalam ketidakjelasan. Menurutnya para supporter sangat kecewa dengan kurangnya dukungan Pemprov Riau dalam menyelesaikan permasalahan finansial PSPS Pekanbaru.

Kata Dolly, Pemprov Riau dapat menyelamatkan klub berjuluk Asykar Bertuah dengan mendorong perusahaan-perusahaan besar yang ada di Riau.

Dolly menyebut saat ini kondisi pemain PSPS secara mental mereka kalah jauh dengan pemain klub lain karena mereka terpaksa bermain sedangkan belum ada kejelasan gaji.

"Apalagi ini musim baru mulai. Untuk materi pemain, pas lawan PSMS Medan kemarin kita akui bahwa kita kalah kualitas pemain. Malah mereka pakai naturalisasi untuk stoppernya, kalau kita masih pakai 60 persen lokal dan yang lain pun masih kebanyakan anak-anak Sumatra," katanya.

Semenara itu, Kadispora Riau Doni Aprinaldi menuturkan bahwa dalam pihaknya berjanji akan menggelar pertemuan lagi dengan supporter PSPS untuk menyusun kembali konsep proposal dan juga membicarakan solusi atas masalah ini.

"Nanti mereka akan ketemu lagi kami di Dispora, apakah solusinya dan apakah bantuan-bantuan yang telah dibuat proposal oleh PSPS kepada perusahaan akan kami tindaklanjuti," ujarnya.

"Tapi ingat, tak satu pun pihak yang bisa memaksa kami. Ini eranya sudah beda, jangan nanti posisi Pak Gubernur dan Wagub jadi salah oleh keinginan yang seperti ini," sebutnya.