Masuk Karisma Event Nusantara, Berikut Jadwal 5 Event Budaya di Riau 2026

tradisi-bakar-tongkang-Rohil.jpg
Tradisi Bakar Tongkang (istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sebanyak 5 event budaya di Provinsi Riau masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Ajang bergengsi ini merupakan wadah untuk event-event wisata terbaik dari seluruh penjuru Nusantara yang digagas oleh  Kementerian Pariwisata RI.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat mengatakan, pihaknya bersyukur karena dengan masuknya sejumlah agenda Riau pada KEN 2026, menunjukkan kebudayaan Riau semakin dikenal dan diakui oleh masyarakat nasional.

"Alhamdulillah, Riau kembali dipercaya dengan lima agenda yang diakui sebagai yang terbaik di Indonesia," ujar Roni Rakhmat, Jumat, 23 Januari 2026.

Adapun jadwal dari 5 event unggulan Riau yang masuk daftar KEN 2026, diantaranya:



  1. Festival Perang Air di Selat Panjang pada 16 Februari hingga 22 Februari 2026. Festival ini menjadi simfoni interaktif yang menyatukan parade budaya dan pertunjukan seni dalam balutan kebersamaan yang cair dan menggembirakan.

  2. Festival Bakar Tongkang akan digelar pada tanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2026 di Kota Bagansiapiapi. Ritual sakral ini merupakan penghormatan atas jejak langkah para leluhur Tionghoa yang mendarat di tanah Rokan Hilir pada tahun 1883. Replika tongkang yang megah akan diarak menyusuri sudut kota sebelum akhirnya diserahkan kepada sang api di lokasi bersejarah.

  3. Kenduri Riau akan digelar di Kota Pekanbaru pada tanggal 6 Agustus hingga 9 Agustus 2026. Pesta rakyat ini akan menghidupkan kembali ruh Melayu melalui gerak tari yang gemulai, dawai musik yang mendayu, hingga fesyen etnik dan kuliner tradisional yang memanjakan lidah.

  4. Festival Pacu Jalur kemudian digelar  pada 19 Agustus hingga 23 Agustus 2026. Tradisi yang telah dikenal oleh masyarakat dunia ini menampilkan aksi ikonik para penari yang menari dengan gagah di atas perahu yang melaju kencang.

  5. Agenda selanjutnya adalah Subayang Festival di Kabupaten Kampar pada 28 Agustus hingga 30 Agustus 2026. Melalui ritual Semah Rantau, masyarakat setempat menunjukkan harmoni yang tulus antara manusia dan semesta, termasuk penghormatan terhadap satwa.