RIAU ONLINE, PEKANBARU - Gagal mendapatkan penalti pada menit ke-38, suporter PSPS Pekanbaru meneriaki Wasit yang memimpin pertandingan dengan sebutan 'mafia' dan ' sebutan binatang 'anj*ng'.
Umpatan tersebut dilontarkan suporter PSPS Pekanbaru usai Viery Donny Ariyanto melakukan diving usai berhadapan dengan penjaga gawang Adhyaksa FC, Chairil Zul Azhar. Wasit sempat menunjuk titik putih dan memberikan penalti untuk tuan rumah, PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharuddin Nasution, Jumat, 23 Januari 2026.
Kemudian pemain Adhyaksa FC protes sehingga wasit melakukan cek VAR. Setelah dicek, ternyata Viery Donny Ariyanto sengaja menjatuhkan diri (diving) agar mendapatkan penalti. Namun wasit tidak menganggap itu sebagai pelanggaran untuk Adhyaksa dan memberikan kartu kuning kepada Viery Donny Ariyanto.
Merasa tidak terima, setelah pertandingan kembali dilanjutkan, ribuan suporter PSPS Pekanbaru meneriaki Wasit dengan sebutan Mafia dan binatang (anjing-red). Pertandingan kedua tim berlangsung sengit dan sering terjadi jual beli serangan.
Di penghujung laga, Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso tampak kesal kepada staff pelatih Adhyaksa lantaran wasit memberikan hadiah penalti untuk Adhyaksa. Makan Konate yang bertindak sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik dan mampu membawa timnya mencetak gol penyeimbang 1-1. Hingga babak pertama usai skor tetap 1-1.
Susunan pemain kedua tim;
PSPS Pekanbaru; Muhammad Darmawan (kiper), Misbakus Sholikin, Muhammad Reza Kusuma, Ilham Syafri Noer, Antonio Agusto Gamaroni de Carvalho, Asir Aziz, Alfin Tuasalamony (kapten), Viery Donny, Achmad Riyadi, Natanael Siringo Ringo.
Pelatih: Aji Santoso
Adhyaksa FC; Chairil Zul Azhar (kiper), Adilson Gancho da Silva, Makan Konate, Ardi Ramdani (kapten), Ramiro Ezequel Fergonzi, Arif Satria, Brayen Pondaag, Galuh Aryananta, Rahmad Dandy Sonriza, Miftahul Hamdi, Roy Sandy.
Pelatih:Ade Suhendra

