Bupati Siak Ziarah ke Makam Syech di Kampar Kiri, Sebelum Menuju Lokasi Pacu Jalur

Bupati-Siak-ziarah-ke-makam-Syech.jpg
(Effendi)

Laporan: EFFENDI

RIAU ONLINE, BANGKINANG - Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi menyempatkan diri untuk berziarah ke Situs Cagar Budaya Makam Syech Burhanuddin yang berada di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau.

Kunjungan ke situs budaya ini dilakukan Syamsuar pada Selasa, 22 Agustus 2017, sebelum bertolak ke ke Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), untuk menghadiri ivent nasional Pacu Jalur.

Baca juga!

Bupati Siak Ziarah Ke Makam Sultan Syarif Kasim II Jelang Kedatangan Panglima TNI

Mengenakan Sarung Dililitkan Ke Leher, Syamsuar Hadiri Rayo Puaso Onam

Di komplek makam Syech Burhanuddin, orang nomor satu di Siak ini disambut Datuk Bandaro Khalifah Kenegerian Kuntu BY Herizal, dan beberapa datuk ninikmamak persukuan serta wali desa.

Usai berwhudu, suami Hj Misnarni ini melangkah ke Makam Syech Burhanuddin untuk membacakan yasin dan tahlil. Syamsuar tampak khusuk bertafakur bersama rombongan dan sejumlah warga setempat.

Setelah berdoa, di makam Syech Burhanuddin, Syamsuar diperlihatkan benda pusaka peninggalan Syech Burhanuddin berupa kitab dan cap stempel terbuat dari tembaga bertuliskan aksara Arab yang masih terawat dan terjaga oleh keturunan syech.

Selanjutnya, Syamsuar dijamu dengan makanan khas Kuntu, kue bojik ombun yang mirip dengan kue wajid namun bojik ombun untuk rasa manisnya dari madu lebah. Selain itu ada juga juadah lainnya.

"Saya ini termasuk orang yang senang dengan budaya, jadi begitu ada situs budaya dan agama seboleh mungkin ketika saya melintas, saya berusaha untuk berkunjung atau berziarah," ucap Syamsuar.

Syamsuar juga menyebutkan, saat ini dia sedang berusaha menjadikan Siak sebagai Kota Pusaka Dunia sehingga orang tau dengan Siak dan terniat hatinya untuk datang. Jika ini nantinya sukses, pembangunan infrastruktur dan sebagai bisa dibiayai APBN.

Syech Burhanuddin, kata Datuk Bandaro Khalifah Kenegerian Kuntu, BY Herizal, lahir di Mekkah pada tahun 530 H atau 1111 M dan wafat di Kuntu pada tahun 610 H atau 1191 M.

Syech Burhanuddin ini, kata BY Herizal, adalah Qodhi Madinah atau walikota yang diutuskan Raja Arab untuk menyebarkan agama Islam di Riau, Kampar Kiri, dari Hindu menjadi Islam.

"Setelah 23 tahun berada di Kuntu, Syech Burhanuddin wafat namun beliau sudah menyebarkan agama Islam hal ini dapat dilihat dari 4 khalifah yang beliau bentuk," ucap BY Herizal.

Adapun 4 khalifah itu berada di Kuntu yang diberinama Khalifah Adat, di Ujungbukit bernama Khalifh Syarak, di Sangan ada Kholifah Dubalang atau panglima parang, dan terakhir di Ludai, Khalifah Ludai atau perwakilan raja gunung sahilan.

"Semua khalifah ini punya kawasan masing-masing yang tak bisa diinterpensi raja Bandar Ruhum, atau Bandar Laut. Sebelum nama daerah Kuntu, dulunya bernama Teluk Bandar Ruhum yang ditempati raja Hindu Kota Tinggi dengan raja terakhir Putri Lindung Bulan," jelas YB Herizal.

Kaitan dengan Kerajaan Siak, ketika itu Kerajasan Ghasib, jelas BY Herizal, tentu ada. Ya, boleh dikatakan sangat erat dalam penyebaran agama Islam.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline