Produk Lokal Minim Diserap SPPG, Bupati Siak Bakal Tegur Pengelola

Produk-Lokal-Minim-Diserap-SPPG-Bupati-Siak-Bakal-Tegur-Pengelola.jpg
Bupati Siak Afni Zulkifli (Hendra Dedafta/Riau Online)

RIAU ONLINE, SIAK - Bupati Siak Afni Zulkifli menyoroti masih minimnya penyerapan produk lokal oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Siak. 

Afni menegaskan, dapur MBG harus mengutamakan hasil pertanian dan produk UMKM lokal agar manfaat program pemerintah tersebut turut dirasakan masyarakat setempat. 

Afni juga mengingatkan, tujuan program MBG yang digagas presiden Prabowo Subianto bukan sekedar memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal. 

"Pokoknya pastikan bahwa produk-produk ketahanan pangan kita harus masuk ke dapur SPPG itu yang paling penting, tidak boleh sedikit harus banyak yang diterima mereka," tegas Afni saat ditemui di Siak, Sabtu 7 November 2026.

Menurutnya, tidak masuk akal apabila hanya menerima sedikit produk lokal sementara program MBG diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dari tingkat bawah. 

"Tujuan dibuatkan MBG oleh Bapak Presiden kan jelas supaya petani kecil yang menanam bisa sejahtera, jadi kalau dapur hanya terima sedikit, alasan mereka apa?" ujarnya. 

Afni bahkan mengingatkan agar pengelola SPPG tidak sekedar mengklaim telah menerima produk lokal, jika ternyata jumlah yang diterima masih sangat terbatas. 

"Kalau mereka bilang, oh sudah kami terima tetapi baru sedikit itu berarti cuma akal-akalan SPPG saja, harus banyak yang diterimanya, nanti kita cek lagi secara langsung," katanya


Afni juga menegaskan akan mengambil langkah berjenjang apabila masih ditemukan dapur SPPG yang tidak mau menyerap produk lokal. Ia meminta camat terlebih dulu memberikan teguran kepada pengelola, jika tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut Bupati akan turun langsung. 

"Pak camat tolong ditegur dulu SPPG yang tidak mau menerima dalam jumlah banyak produk lokal, kalau tidak mau juga saya bakal turun langsung," tegasnya. 

Afni mengatakan keberhasilan program MBG tidak cukup hanya dilihat dari makanan yang sampai ke anak-anak. Pemerintah daerah juga harus memastikan rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir berjalan dengan baik. 

Kesejahteraan petani dan UMKM tidak akan terwujud apabila sebagian besar kebutuhan bahan pokok dapur MBG masih didatangkan dari luar daerah. 

"Kalau dari hulunya dipikirkan, rantai pasok ini jalan baru muncul kata sejahtera, kadang kata sejahtera hanya muncul dalam konsep pidato sambutan, tapi implementasi sejahtera yang bagaimana kalau bahan pokoknya semua masih dibeli dari luar daerah kita," ungkapnya. 

Afni mengakui tantangan dalam mewujudkan penyerapan produk lokal juga tidak ringan bahkan pengelola dapur SPPG bisa mempertanyakan kemampuan Kabupaten Siak dalam menyediakan seluruh kebutuhan bahan pokok. 

"Orang dapur pasti balik nanya ke saya, emang bisa menyiapkan semua bahan pokok itu dari Kabupaten Siak? emangnya petani Siak mampu, memangnya UMKM kita sanggup?" tuturnya. 

Namun menurut Afni, pertanyaan tersebut harus dijawab melalui kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, dari penghulu, camat, OPD, diminta aktif menggerakkan petani dan pelaku UMKM untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG. 

Afni juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang terbatas, menurutnya kemampuan pemerintah daerah untuk tetap menjalankan aktivitas dan mendorong perekonomian masyarakat di tengah efisiensi merupakan nilai plus, berkat kerja keras seluruh pihak. 

"Maka dari itu saya mengajak seluruh dinas-dinas untuk berinovasi. Karena keberhasilan kita itu kalau dari hulu ke hilir ketahanan pangan betul-betul terjaga," katanya. 

Sementara itu, Camat Bungaraya, Wasito, mengatakan saat ini baru terdapat tiga dapur SPPG yang berdiri di Kecamatan Bungaraya Namun, berdasarkan informasi yang diterima penyerapan produk lokal ke dapur-dapur tersebut masih relatif sedikit. 

"SPPG di Bungaraya baru tiga, dan baru sedikit produk yang diterima mereka," tutupnya.