Bau Diduga Limbah PT TKWL Dikeluhkan Warga, Humas: Belum Ada Komplain Resmi

Plang-Bantuan-CSR-PT-TKWL.jpg
Plang Bantuan Perbaikan Jalan CSR PT TKWL (HENDRA DEDAFTA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, SIAK - Aroma tidak sedap yang diduga berasal dari proses pengolahan limbah PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL) masih dikeluhkan warga di sekitar wilayah operasional perusahaan. Bau menyengat tersebut disebut kerap tercium hingga ke permukiman Kampung Buantan Lestari dan Kampung Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, terutama pada malam hari dan saat hujan. Siak, Sabtu 10 Oktober 2026.

Seorang warga mengungkapkan, aroma tidak sedap itu masih sering tercium hingga ke dalam rumah. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan, bahkan memengaruhi selera makan ketika bau menyengat mulai tercium.

“Berbeda dengan hari-hari lain, pas hujan malam hari biasanya bau busuknya menyengat banget,” ujar seorang warga Kecamatan Bungaraya.

Menurutnya, warga kesulitan menghindari aroma tersebut karena baunya dapat menyebar hingga ke lingkungan permukiman.

“Kalau sudah tercium baunya, mau makan pun sudah enggak selera lagi,” keluhnya.

Warga meminta adanya pemeriksaan langsung terhadap sumber bau serta sistem pengelolaan limbah perusahaan. Mereka juga berharap pengawasan lingkungan dilakukan secara berkala, terutama pada kondisi cuaca ketika aroma tersebut dinilai lebih kuat tercium.

Selain itu, masyarakat mengharapkan keterbukaan mengenai hasil pemantauan kualitas lingkungan agar mereka memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Humas PT TKWL, Rido Pratama, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai bau yang dikeluhkan warga Kampung Buantan Lestari dan Jayapura.



Ia menyebut perusahaan memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat dan menanggapi informasi tersebut secara serius. Namun, hingga saat ini, pihaknya mengaku belum menerima pengaduan tertulis secara resmi.

“Iya, kami menerima informasi terkait keluhan bau yang dirasakan warga Kampung Buantan Lestari hingga sekitarnya. Kami memahami ketidaknyamanan ini dan menanggapinya dengan serius. Sampai saat ini belum ada laporan tertulis resmi yang kami terima, namun setiap masukan langsung kami sampaikan ke tim teknis,” kata Rido.

Rido menjelaskan, menurut pihak perusahaan, aroma yang timbul berasal dari proses pengolahan limbah pabrik. Ia menyebut bau dalam proses pengolahan limbah tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi perusahaan berupaya meminimalkan dampaknya. Menurutnya, intensitas bau yang tercium dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain jarak permukiman, arah angin, dan kondisi cuaca.

Ia juga mengatakan perusahaan telah melakukan peninjauan terhadap area pengolahan limbah. Berdasarkan keterangan perusahaan, sumber bau berkaitan dengan proses pengolahan limbah, termasuk area kolam pengendapan, tumpukan endapan, dan saluran.

Rido menegaskan, berdasarkan pemeriksaan internal yang disampaikan perusahaan, pihaknya tidak menemukan kebocoran, pembuangan limbah di luar jalur yang ditetapkan, maupun kerusakan peralatan pengolahan.

Lebih lanjut, Rido menyampaikan bahwa pengelolaan limbah cair dilakukan melalui instalasi pengolahan sebelum dibuang, sedangkan limbah padat dikelola sesuai prosedur dan diserahkan kepada pihak yang memiliki izin.

Untuk mengendalikan emisi dan bau, perusahaan mengaku melakukan penutupan instalasi, pengaturan operasional, serta pemeliharaan rutin. Ia juga menyebut pemantauan lingkungan dilaksanakan secara berkala dan hasilnya dilaporkan kepada instansi berwenang sesuai jadwal yang ditetapkan.

Terkait keluhan warga bahwa bau lebih kuat tercium pada malam hari dan saat hujan, Rido menjelaskan bahwa kondisi atmosfer dapat memengaruhi penyebaran aroma.

Pada malam hari, kata dia, kondisi udara yang lebih tenang dan angin yang lemah dapat membuat bau lebih terkonsentrasi di sekitar sumbernya. Sementara itu, perubahan kelembapan, suhu, dan aliran air ketika musim hujan dinilai dapat memengaruhi proses penguraian serta penyebaran bau.

Rido mengatakan perusahaan siap menerima laporan masyarakat dan menindaklanjutinya melalui tim teknis. Ia menyebut informasi yang disampaikan secara lisan juga dicatat dan diteruskan untuk ditangani.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga Kampung Buantan Lestari, Jayapura dan sekitarnya,” ujarnya.

"Perusahaan berkomitmen menjalankan pengelolaan limbah sesuai izin lingkungan dan peraturan yang berlaku serta terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan," tutupnya.