Polisi Sebut Ketua PP Siak Main HP hingga Tewaskan Siswi SMA, Netizen Ragu

Polisi-Sebut-Ketua-PP-Siak-Main-HP-hingga-Tewaskan-Siswi-SMA-Netizen-Ragu.jpg
Siswi SMA tewas setelah kecelakaan maut yang melibatkan Ketua PP Siak di Jalan Raya Perawang KM 10, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. (Istimewa)

RIAU ONLINE, SIAK – Keterangan pihak kepolisian yang menyebut kecelakaan lalu lintas maut melibatkan Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Siak, Dedi Kusnadi (DK), disebabkan pengemudi bermain handphone saat berkendara, masih menuai tanda tanya dari masyarakat.

Sejumlah netizen di kolom komentar akun Facebook RiauOnline mengaku belum percaya sepenuhnya terhadap hasil pemeriksaan awal yang disampaikan Satlantas Polres Siak. Bahkan, beberapa warganet melontarkan dugaan lain terkait kondisi pengemudi saat kecelakaan terjadi.

Peristiwa kecelakaan maut tersebut sebelumnya melibatkan mobil Toyota Land Cruiser (LC) milik Dedi Kusnadi dengan nomor polisi BM 151 AK atau yang dikenal dengan nomor unik BM 1 SIAK.

Mobil mewah tersebut menabrak sejumlah pengendara sepeda motor di Jalan Raya Perawang KM 10, Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau. Akibat insiden itu, seorang siswi SMA berusia 19 tahun, Alwi Mufid, meninggal dunia. Sementara itu, beberapa pengendara lainnya mengalami luka-luka akibat tabrakan tersebut.

Kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pelajar ini pun menjadi perhatian publik. Terlebih, kendaraan yang terlibat merupakan mobil milik seorang tokoh organisasi masyarakat di Kabupaten Siak.

Sebelumnya, Kasatlantas Polres Siak, AKP Siswoyo, menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, pengemudi Land Cruiser tersebut diduga kehilangan konsentrasi karena menggunakan handphone ketika mengemudi.

"Untuk sementara, hasil pemeriksaan yang bersangkutan hilang konsentrasi akibat aktivitasnya menggunakan HP," kata AKP Siswoyo, Jumat, 30 Oktober 2026.

Selain memeriksa aktivitas pengemudi saat berkendara, polisi juga melakukan tes urine terhadap Dedi Kusnadi. Dari pemeriksaan tersebut, hasilnya dinyatakan negatif.

"Tes urine terhadap pengemudi tersebut dan hasilnya dinyatakan negatif," tegas Siswoyo.

Namun, penjelasan kepolisian tersebut ternyata belum sepenuhnya meyakinkan sejumlah pengguna media sosial. 


Di kolom komentar unggahan Facebook RiauOnline, beberapa netizen mempertanyakan penyebab kecelakaan, Senin, 2 November 2026.  Bahkan, ada yang menyinggung dugaan pengaruh minuman keras maupun narkoba, meskipun tudingan tersebut belum terbukti dan tidak didukung hasil pemeriksaan yang disampaikan kepolisian.

Salah seorang netizen, Syah***, mempertanyakan apakah pengemudi benar-benar hanya bermain handphone saat kejadian.

"Main HP atau lagi habis ny4bu," ujar Syah\*\*\* dalam komentarnya.

Komentar serupa juga disampaikan M Is*** yang menduga pengemudi berada dalam pengaruh minuman keras.

"Mabuk x," tulisnya.

Sementara itu, Kenz*** turut melontarkan komentar bernada sindiran.

"Lagi tinggi, Bos," sahutnya.

Yog*** bahkan mempertanyakan kembali penjelasan polisi mengenai penggunaan handphone.

"Make apa main HP," tulisnya disertai emotikon tertawa.

Keraguan juga disampaikan Ferd**. Ia menilai penjelasan mengenai penggunaan handphone belum cukup menjawab seluruh pertanyaan publik terkait kronologi kecelakaan tersebut.

"Tidak masuk logika dengan kecepatan tinggi main HP, nampaknya ada yang ditutup-tutupi," tulis Ferd***

Tak hanya itu, Yuri*** secara langsung menyinggung dugaan narkoba.

"Narkoba itu," komentarnya.

Sedangkan Yus*** menyindir bahwa penjelasan yang disampaikan mulai mengarah pada pengalihan persoalan.

"Mulai dibelokkan, sudah ketebak," tulisnya.

Komentar lainnya datang dari Mo*** yang juga mempertanyakan kondisi pengemudi saat kecelakaan terjadi.

"Sudah ketinggian dosisnya. Jadi jalan sudah punya dia sendiri," tulisnya.

Beragam komentar tersebut memperlihatkan besarnya perhatian masyarakat terhadap penanganan kasus kecelakaan maut yang menewaskan seorang siswi SMA tersebut.