RIAU ONLINE, SIAK - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Siak, Sabar Sinaga, melontarkan peringatan keras kepada Tim Yustisi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor kebun PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL), Kebun Bungaraya, Kabupaten Siak, Rabu 3 Juni 2026 lalu.
Dalam sidak yang turut melibatkan dinas terkait dan Tim Yustisi tersebut, Sabar menegaskan seluruh pihak harus bekerja sesuai prosedur dan tidak bermain-main dalam menjalankan tugas pengawasan terhadap perusahaan.
"Saya kemarin dapat informasi dari beberapa perusahaan. Kurang ajar semua kawan-kawan Yustisi, dan saya pastikan bakal ada yang di penjara," kata Sabar.
Sidak dilakukan sebagai tindak lanjut atas ketidakhadiran PT TKWL dalam dua kali agenda hearing yang digelar DPRD Siak terkait kewajiban pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar Wilayah Perusahaan (FPKMS) atau plasma 20 persen.
Menurut Sabar, ke depan ia tidak ingin persoalan serupa kembali terjadi. Ia meminta seluruh instansi terkait, termasuk Tim Yustisi, bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan melakukan pengawasan secara maksimal.
"Saya tidak mau PT TKWL terjadi seperti ini lagi. Kerjakan tugas sesuai SOP. Setelah rapat ini silakan turun ke lapangan, cek potensi apa saja yang bisa diambil untuk meningkatkan PAD," tegasnya.
Dalam sidak tersebut, Sabar meminta tim yustisi melakukan pemeriksaan terhadap berbagai dokumen perusahaan, untuk menelusuri potensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sabar menilai upaya tersebut penting mengingat kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Siak saat ini membutuhkan dukungan dari berbagai sektor untuk memperkuat pendapatan daerah.
"Kondisi keuangan Pemkab Siak saat ini tidak baik-baik saja secara finansial. Kita membutuhkan masukan dan pemasukan yang positif dalam rangka meningkatkan PAD. Karena itu saya meminta Tim Yustisi ikut turun ke lapangan untuk memeriksa apa saja yang berpotensi menambah PAD," tutup Sabar.
Sidak terhadap PT TKWL ini menjadi bagian dari upaya DPRD Siak mendorong kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang berlaku sekaligus mengoptimalkan potensi pendapatan daerah dari sektor perkebunan dan investasi.

